Warga Curhat Diperas Oknum Polisi, Kapolres: Jangan Langsung Percaya Dong!

AKBP Decky Hendarsono saat ditemui dalam acara Jagongan dan Silaturahmi bersama warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Rabu (3/2/2016) malam. (Foto: tania/malangtimes)
AKBP Decky Hendarsono saat ditemui dalam acara Jagongan dan Silaturahmi bersama warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Rabu (3/2/2016) malam. (Foto: tania/malangtimes)

PROBOLINGGOTIMES, MALANG – Dalam acara jagongan dan silaturahmi yang diadakan Polres Malang Kota di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, warga mengadu adanya pemerasan yang dilakukan pihak oknum kepolisian kepada warga.

Aduan tersebut dipaparkan Bintan Rahadi warga RT 4/RW Jalan Teluk Grajakan, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ia menuturkan beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2011, ia menjadi korban pemerasan yang dilakukan oknum kepolisian.

Saat itu, anak Bintan sedang membonceng laki-laki yang berniat menebeng menuju suatu tempat. Kemudian belum satu kilometer anak saya membonceng laki-laki itu, mereka diberhentikan anggota polisi. "Anak saya tidak kenal laki-laki itu, ternyata laki-laki itu bawa ganja," kata Bintan.

Namun setelah diperiksa di TKP, anak Bintar tidak bersalah, dan anggota polisi tersebut membawa tersangka ke Polresta. Sedangkan ada salah satu polisi membawa anaknya ke depan Indomaret Blimbing dan diminta memghubungi Bintar.

"Anak saya telpon saya dan minta saya kesana, sampai sana saya diminta memberi dia (oknum polisi) uang sebesar Rp 2 juta agar anak saya dibebaskan. Akhirnya langsung saya bayar," tutur Bintar Panjang.

Beberapa hari kemudian, Bintar melaporkan kejadin itu kepada Kasat Binmas yang menjabat saat itu. "Saat diusut oknum polisi yang mengaku bernama Rian dan bertugas di Polresta itu tidak ditemukan," tambahnya.

Bintar pun menanyakan prihal adanya 'uang pembebasan' kepada Kapolresta AKBP Decky Hendarsono yang hadir saat itu.

Decky langsung menyatakan bahwa itu adalah oknum kepolisian. "Jangan langsung percaya dong pak, minta kartu kepolisiannya. Ajak ke kantor polisi. Kalau gak mau ya artinya ada yang gak beres itu sama orang itu," kata Decky.

Ia pun mengimbau agar warga tidak lagi mudah percaya dengan iming-iming kemudahan dan pelancaran proses yang berkaitan dengan kepolisian.

"Tidak ada polisi seperti itu, kalau ada segera lapor. Jika benar polisi, jelas akan ditindak tegas. Jika bukan ya artinya penipuan," tutupnya. (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor :
Publisher : Alwan Muhammad
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top