Kasus Pungli Mutasi Kabupaten Malang

Bupati Malang: Kepala Badan Kepegawaian Dilaporkan Pasutri yang Jadi Guru

Bupati Malang, Dr Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM angkat bicara terkait kasus pungli yang dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Suwandi. (foto imam syafii)
Bupati Malang, Dr Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM angkat bicara terkait kasus pungli yang dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Suwandi. (foto imam syafii)

PROBOLINGGOTIMES, MALANGMALANGTIMES - Reaksi cepat dilakukan Bupati Malang Dr Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM terkait dengan penangkapan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Suwandi. Kamis (27/10/2016) sore lalu, Rendra langsung menggelar konferensi pers kepada wartawan di Pendapa Agung.


Dalam konferensi persnya, Rendra menduga bahwa Suwandi dilaporkan oleh dua guru yang merasa diperas oleh anak buahnya tersebut. Kebetulan, dua guru tersebut merupakan suami istri. Mereka berdua sebelumnya mengajar di Kabupaten Malawi, Kalimantan Barat. 


Dalam konferensi pers tersebut, Rendra juga sempat menyebut nama Hendrikus, si suami yang menjadi guru. "Yang menjadi korban (pemerasan) tidak hanya satu orang, tapi pasangan suami istri," ujar Rendra.


Menurutnya, dia sebenarnya sudah memberikan disposisi kepada pasangan suami istri untuk menjadi guru di Kabupaten Malang. Sebab, daerahnya memang kekurangan guru. Karenanya, bila ada guru yang akan pindah mutasi ke Kabupaten Malang, dia akan menerima. Asalkan guru tersebut kompetensinya memang sesuai dengan yang dibutuhkan. 


"Untuk Hendrikus, dia sebenarnya sudah diterima menjadi guru di SMAN 1 Kepanjen. Sedangkan istrinya sudah diterima di SMPN Jabung," tambah pria asal Pamekasan tersebut.
Hingga saat ini, dirinya masih belum tahu apakah dalam kasus tertangkap tangan Suwandi, anak buahnya tersebut memang sengaja memeras atau tidak. "Apakah Suwandi meminta, memeras, atau memaksa, semuanya tergantung dari hasil penyidikan," lanjut dia.


Seperti diketahui, pada Selasa (25/10/2016) malam lalu, sekitar pukul 18.30, Polres Malang Kota melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Polres menangkap Suwandi di rumahnya di Jalan Sukarno-Hatta, Kota Malang, sesaat setelah menerima uang Rp 3 juta dari pasangan suami istri. Pasutri guru tersebut sudah memberikan uang sebanyak tiga gelombang. Pada gelombang pertama memberikan uang Rp 10 juta, gelombang kedua Rp 5 juta, dan gelombang ketiga Rp 3 juta.

 

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Gusti Agung Widya Ksamawati
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top