DPRD Hentikan Peembangunan RSIA Lantai 4

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang disidak DPRD karena dilaporkan warga (Agus Salam/Jatim TIMES)
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang disidak DPRD karena dilaporkan warga (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Persoalan pembangunan perluasan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Amanah, terus bergulirm Kamis 24/5) sekitar pukul 09.30, RS yang belokasi di Jalan dr Muhammad Saleh tersebut, disidak. Hasilnya, pekerjaan lantai 4, dihentikan, terhitung mulai hari ini, Jumat (25/5) sampai ada pemberitahuan dari pemkot. Pimpinan DPRD bersama komisi 1 dan 3 yang meninjau lokasi masih akan  melakukan pertemuan kembali dengan SKPD terkait dan satker takhnism

Pertemuan kedua kalinya tersebut, untuk membahas permasalahan yang berkembang di lapangan. Apakah perlu jendela di tiap lantai sisi utara, ditutup, padahal cendela setiap kamar yang disoal oleh H. Yahya, tetangga RSIA, sudah ditinggikan. Dan lagi, lantai empat yang akan ditempati ruang cuci dan jemur pakaian, takan dibongkar atas permintaan pelapor. Mengingat, dalam perjanjiannya, RSIA akan membangun Rumah sakit hanya tiga lantai.

Hal itu diungkap ketua DPRD setempat, Agus Rudiyanto Ghofur, usai meninjau lokasi bereama Komisi 1 dan 3, disertai pelapor Yahya dan dr Aminuddin, selaku pemilik rumah sakit. Disebutkan, peninjauan lakasi sebagai tindaklanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya bersama Komisi 1 dan komisi 3. Yang dihadiri warga yang mempersoalkan pembangunan perluasan Rumah Sakit dan pemilik RSIA . Seperti kita ketahui tadi, kita sepakat menghentikan pekerjaan lantai 4. Apakah pembangunan lantai 4 diteruskan atau tidak, kami masih mau bertemu lagi," tandasnya.

Saat peninjauan, diperoleh kabar kalau pemilik RS sudah meninggikan cendela yang dipermasalahkan. Namun, pria yang rumahnya bersebelahan dengan RSIA itu, tetap tidak terima. Ia ngotot seluruh cendela kamar pasien di lantai2 dan 3 ditutup total. Sedang pemilik RSIA yang sudah meninggikan jendela, menolak permintaan Yahya. Dr Aminudin, akan menutup ventilasi tersebut dengan glass Block transparan. "Keinginan yang berbeda ini, perlu dicari titik temu. Makanya kami akan bertemu lagi dengan pihak- terkait. Untuk merumuskan persoalan ini dan menemukan jalan keluarnya," pungkasnya.

Sementara itu, direktur sekaligus pemilik RSIA Amanah dr Aminudin menjelaskan, perjanjian dengan Yahya tidak menyebut pembangunan rumah sakit tiga lantai. Tetapi menyebut, yang akan dimanfaatkan untuk keperluan pasien tiga lantai. Menurutnya, lantai 4 dipakai tempat mencuci dan menjemur seluruh sarana dan prasarana RS (Rumah sakit). “Pak Yahya keliru persepsi. Tapi enggak masalah. Sudah kami jelaskan, namun dia tidak menerima. Kami tunggu keputusan DPRD dan pemkot,” tandasnya.

Soal jendela ruang pasien di lantai 2 dan 3, sudah ditinggikan sehingga tidak mengganggu privasi Yahya sebagai tetangga dekat RSIA. Keluarga pasien atau orang lain tidak bisa melihat keluar, karena jendela sudah tinggi. Rencananya, jendelanya akan ditutup dengan kaca atau glasboks, sehingga sinar matahari bisa masuk, ruangan tidak gelap dan ruangan menjadi segar karena sinar matahari masuk. “Kalau kaca mempermudah kalau ada kebakaran. Kami tidak bermaksud gesung ini terbakar loh. Tapi kan jaga-jaga. Kalau kaca, petugas bisa langsung memecahkan kaca, kalau sesuatu terjadi,” tambahnya.

Dijelaskan, apa yang dilakukan sudah menurut petunjuk dan saran dari konsultan yang biasa menangani pembangunan RS. Selain itu untuk mengejar predikat RSIA anak terbaik di Indonesia dan RSIA bingtang lima. Meski tujuannya seperti itu, ia tidak sertamerta mengabaikan orang lain, apalagi tetangga seperti Yahya. “Ya, kami berharap semuanya selesai dengan tidak meninggalkan hati yang ngrundel. Semuanya lapang dada,” pungkas Aminudin.

Sementara itu, Yahya bersama istrinya yang didampingi LSM tetap pada pendirian awal. Mereka tidak ingin pembangunan RSIA mengganggu privasinya. Karenanya, Yahya minta jendela ditutup total, tyidak ada kaca atau glasbox. Ia tetap akan rtisih kalau jendela pakai kaca atau glasbox yang transparan. “Meski tidak ada yang melihat dari jendela, kami masih risih kalau pakai kaca. Ya, ditutup saja semuanya. Kalau tidak, mengganggu privasi saya,” tandasnya.

Yahya kemudian menunjukkan  surat perjanjian yang ditandatangani dirinya dan dr Aminuddin. Menurutnya, surat tersebut ditulis sendiri olah Aminuddin yang isinya pembangunan RSIA hanya tiga lantai. Ia membantahah, kalau tulisan di perjanjian itu pemanfaatan RSIA hanya tiga lantai. “Pokoknya pak Aminudin ngomong ke saya pembangunan rumah sakitnya tiga lantai. Bukan akan memanfaatkan tiga lantai. Pokoknya harus tiga lantai. Ini sampaian baca,” pungkas Yahya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top