Konsultasi Kejiwaan di RSUD dr Muhammad Saleh Mandeg, Ternyata Ini Alasannya

Poli Kesehatan Jiwa dan Konsultasi Psikologi buka, tapi tak bisa melayani warga yang hendak konsultasi kejiwaan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Poli Kesehatan Jiwa dan Konsultasi Psikologi buka, tapi tak bisa melayani warga yang hendak konsultasi kejiwaan (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Pelayanan RSUD dr Muhammad Saleh, Kota Probolinggo dikeluhkan. Hal itu dikarenakan rumah sakit ini tidak melayani pemerikaan kejiwaan. Hal itu seperti dirasakan warga H. Muhammad Ikhsan (53). Dia kecewa sebab gagal memeriksakan kejiwaan putrinya di Poli Kesehatan Jiwa dan Konsultasi Psikologi. Alasannya, konsultasi via internet tidak bisa dilayani karena RSUD tidak mampu membeli voucher.

Kekecewaan tersebut diungkap M. Ikhsan, Senin (15/10) siang, usai memeriksakan anaknya di Poli Umum RSUD setempat. Lantaran tutup alias tidak dilayani dengan alasan voucher habis, pria yang tinggal di Jalan Sutoyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran tersebut, terpaksa pulang. Ia akan mengkonsultasikan kejiwaan putrinya ke Surabaya atau Malang.

Ikhsan heran, mengapa rumah sakit milik pemkot sebesar itu, tidak mampu membeli voucher. Ia sendiri tidak tahu, mengapa terjadi seperti itu. Ia berharap, pihak rumah sakit segera membeli voucher, agar bisa melayani warganya yang akan berkonsultasi tentang kejiwaan. “Karena di sini tidak ada rumah sakit yang punya poli kesehatan jiwa, terpaksa kami ke Malang atau Surabaya. Ini kan menyulitkan kami dan warga yang lain,” tandasnya.

Informasi yang didapat petugas poli kejiwaan, kondisi seperti itu sudah sekitar 3 bulan. Masyarakat yang berkonsultasi kejiwaan, tidak dilayani, padahal poli buka seperti biasanya. Ikhsan mengetahui, poli tidak mempu membeli voucher, saat mengantar putrinya yang hendak berkonsultasi kejiwaan, sekaligus meminta surat keterangan kesehatan jiwa. “Keterangan itu dibutukan, karena sebagai persyaratan anak kami menjadi PNS,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu dari dua petugas yang ada di poli tertutup pintunya tersebut membantah, kalau dikatakan pelayanan poli ditutup. Pihaknya tetap mmbuka dan melayani pasien yang hendak berkonsultasi psikologi. “Kalau konsultasi kejiwaan, memang tidak bisa kami layani. Kalau konsultasi psikologi atau yang lain, tetap kami layani. Jadi  poli kami tetap buka, tidak tutup,” ujar perempuan berjilbab tersebut.

Perempuan berseragam coklat-coklat tersebut, pihaknya tidak bisa membeli voucer konsultasi kejiwaan. Lamanya sekitar 3 bulan yang lalu dan pihaknya sudah mengajukan ke bagian keuangan, namun tidak dibelikan. Alasannya, menunggu P-APBD atau PAK karena dana sudah habis. “Kami dijanjiin dana PAK atau Anggaran Tambahan. Enggak tahu kapan. Mungkin bulan ini voucer dibelikan. Besarannya sesuai kebutuhan. Sekitar Rp 5 juta per bulan,” tandasnya.

Terpisah Direktur RSUD dr M Saleh, dr Rubiyati membenarkan kalau voucher Poli Kejiwaan habis. Ia mengaku sudah membeli voucer Rp2,5 juta dengan cara piutang kepada pendiri konsultasi kejiwaan yang berpusat di Jakarta. Piutang akan dibayar, setelah pihaknya mendapat dana PAK dari pemkot. “Sudah kami belikan. Mulai besuk, poli kejiwaan sudah bisa melayani warga yang hendak konsultasi,” ujarnya.

Sebelumnya, sekitar 6 bulan yang lalu, pihaknya sudah membeli voucher Rp 2,5 juta sesaat setelah pelatihan sisten konsultasi kejiwaan online, usai. Namun dalam perjalanannya, voucer yang dimaksud habis, lantaran banyak warga kota yang berkonsultasi kejiwaan di poli rumah sakitnya. “Habis oleh caleg. Kan sekarang caleg persyaratannya harus memiliki surat keterangan kejiwaan. “Setelah habis, kami enggak beli lagi,” tambahnya.

Saat ditanya, mengapa tidak beli ? apakah tidak ada dananya. Runiyati mengatakan, pihaknya kebingungan soal kode rekeningnya. Pasalnya, pengeluaran untuk membeli voucher konsultasi online, kode rekeningnya belum ada. “Sekarang kode rekeningnya sudah ada. Kalau dulu belum ada, makanya kami bingung. Kan bukan seperti voucher seluler. Ini voucher konsultasi kejiwaan. Belinya harus ke Jakarta. Voucher seperti ini, saya baru tahu kok,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top