Telah Menikmati Jaringan Gas Bumi, Warga Belum Tahu Tarifnya

Sejumlah warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, saat mendapat penjelasan dari petugas Jargas  (Agus Salam/JatimTIMES)
Sejumlah warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, saat mendapat penjelasan dari petugas Jargas (Agus Salam/JatimTIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Sebagian warga Kota Probolinggo, tepatnya sejumlah kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Mayangan, sudah ada yang menikmati jargas (Jaringan Gas Bumi). Hanya saja, mereka rata-rata belum mengetahui tarifnya dan selama belum ditetapkan harga per meternya, warga tidak membayar alias gratis.

Pernyataan tersebut disampaikan salah satu warga yang kebetulan rumah tinggalnya berdekatan dengan rumah Rukmina, di Jalan Hayam Wuruk Gang Buntu RT 4 RW 7, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, yang pada Rabu (31/10) kemarin yang dikunjungi Dirjen Migas Joko Supriyanto dan Wali Kota Hj Rukmini beserta rombongan.

Sejumlah warga mengaku, belum mengetahui tarifnya. Selama menunggu ketentuan dan surat pemberitahuan tentang tarif, warga menyatakan belum dikenai biaya alias gratis. Mereka membayar satu bulan setelah tarif diketahui. “Belum. Kami belum tahu tarifnya. Katanya suruh menunggu. Selama belum ada tarif, katanya gratis,” tandas salah satu warga yang diamini warga yang lain.

Warga rata-rata mengaku sudah menggunakan kompor berbahan bakar gas bumi hampir satu bulan. Saat ditanya, bagaimana nanti jika taripnya setiap bulannya lebih mahal dari elpiji? mereka yakin, memakai kompor berbahan gas bumi, lebih hemat dibanding menggunakan gas elpiji. “Kami yakin karena informasinya lebih murah dari gas elpiji. Kalau lebih mahal gimana, ya kita demo,” ujarnya sambil tertawa.

Saat ditanya soal tarif, PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono membenarkan hingga saat ini warga belum diberitahu tentang tarifnya. Hanya saja, ia meminta warga tidak perlu gelisah, karena menurutnya, biaya menggunakan gas bumi dibanding gas elpiji, lebih murah. “Pasti lebih murah. Maksimal warga bisa hemat 70 persen lebih,” tandasnya.

Dijelaskan, warga yang saat ini telah menggunakan gas bumi untuk memasak, tidak gratis, tetapi tetap akan dihitung jumlah pemakaiannya. Sebab, setiap rumah sudah dipasangi meter alias alat pengukur pemakaian gas bumi. “Tidak gratis, tapi tetap dihitung. Dibayar setelah ketentuan tarifnya keluar. Misalnya keluar bulan ini, maka warga juga harus membayar, pemakaian bulan sebelumnya,” jelasnya.

Sekedar diketahui, warga yang bisa menikmati jargas di Kota Probolinggo pertama kali adalah warga yang tinggal di Kecamatan Mayangan yakni, sebanyak 5.025 rumah. Mereka tersebar di empat kelurahan diantaranya, Kelurahan Mayangan sebnanyak 1.011 kepala keluarga (KK) Jati 618 KK, Mangunharjo 2848 KK dan Kelurahan Mayangan Wiroborang 548 KK.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top