Optimis, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Gapai 5,2 Persen, Inflasi Tertekan Di Satu Digit

Depan : Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) dan Wabup Malang HM Sanusi (di belakang Menko) di Desa Ternyang, Sumberpucung,  Kamis (13/12) (Nana)
Depan : Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) dan Wabup Malang HM Sanusi (di belakang Menko) di Desa Ternyang, Sumberpucung, Kamis (13/12) (Nana)

PROBOLINGGOTIMES, MALANG – Data pemerintah pusat mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat mencerahkan di tahun 2019 datang. Optimisme atas pertumbuhan ekonomi tersebut dilatarbelakangi dengan data di kuartal III yang menjanjikan. Tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai diangka 5,2 persen. 

Hal ini dipertegas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah Malang. Tepatnya saat Darmin berada di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (13/12/2018). 
"Dapat lah 5,2 persen. Data pertumbuhan ekonomi di kuartal III saja sudah mencapai 5,17 persen. Jadi tinggal sedikit sampai di angka 5,2 persen itu," kata Darmin kepada MalangTIMES. 

Pernyataan itu disampaikan Darmin yang didampingi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi serta beberapa pejabat lainnya. Menurut Darmin hal itu juga didasarkan  pada beberapa faktor yang akan menggerek angka pertumbuhan ekonomi di kuartal IV. 

Darmin menyampaikan, di kuartal IV pertumbuhan ekonomi biasanya bagus. Dikarenakan dari sektor pangan terjaga dan stabil secara harga sampai akhir tahun. "Ini juga musim hujan yang cukup bagus bagi para petani menanam padi. Secara tidak langsung sektor pangan ini aman dan tidak membuat inflasi menjadi liar," ujarnya. "Jadi dengan data di kuartal III serta kondisi perekonomian menjelang akhir tahun. Kita optimis target untuk pertumbuhan ekonomi nasional tergapai," imbuh Darmin. 

Tanam padi perdana bersama Menko Perekonomian, Gubernur Jatim dan Wabup Malang (Nana)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 tersebut disokong dengan inflasi yang rendah. Tercatat inflasi tertekan di angka 3 persen sampai 3,5 persen. Padahal, menurut Darmin, dulu angka inflasi selalu dua digit atau belasan persen. 
Hal ini dikarenakan selain harga-harga yang stabil, sektor pangan menjadi penentu tertekannya inflasi dan naiknya pertumbuhan ekonomi. "Sektor pangan yang tidak terkendali menjadi penyumbang besar inflasi. Kini,  inflasi kita tertekan. Artinya sektor pangan terkendali dengan baik," ucap Darmin yang juga menyampaikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 sebesar 5,3 persen. 

Di kesempatan yang sama Wabup Malang HM Sanusi menyampaikan, sektor pangan memang menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Malang. Hal ini terbukti dengan dicapainya surplus beras setiap tahunnya. Melalui berbagai Organisasi Perangkat Desa (OPD) terkait, berbagai inovasi pertanian pun terus dimassifkan untuk meningkatkan kondisi aman dalam sektor pangan. 
"Kabupaten Malang penyumbang surplus pangan di Jatim bahkan Indonesia. Tentunya hal ini yang membuat bapak Menteri pun menengok ke wilayah kita," ujar Sanusi. 

Dirinya melanjutkan, dengan kekuatan pangan tersebut, pemerintah pusat terus melakukan berbagai bantuan pertanian ke Kabupaten Malang. "Hal ini sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah pusat. Bahwa dengan terangkatnya petani maka sektor pangan pun aman. Di pasar harga pun bisa stabil, " pungkas Sanusi. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top