Skatepark di Kota Probolinggo Dikeluhkan Komunitas Skateboard, Ini Alasannya

Inilah Skatepark yang dikeluhkan komunitas skateboard Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Inilah Skatepark yang dikeluhkan komunitas skateboard Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Akhirnya, Pemkot Probolinggo mengabulkan permintaan Komunitas Skateboard. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan tempat latihan skateboard atau lapangan skatepark di belakang GOR Ahmad Yani jalan dr Soetomo.

Meski kelihatannya tampak mentereng dengan cat warna-warni, namun tidak memuaskan.

Alasannya, Obstacle atau rintangan di tengah lapangan terlalu tinggi. 

Jika dipakai akan membahayakan para pemain skatboard.

 

Karenanya, komunitas papan luncur meminta, pemkot untuk memperbaiki rintangan berbentuk piramid tersebut.

Caranya, dengan mengepras sehingga tinggi rintangan menjadi rendah. 

Hanya saja dinas PUPR enggan menuruti permintaan rider skateboard (Skateboarder).

Dinas yang dikepalai Amin Fredi tersebut, terus membangun skatepark hingga selesai. 

Alasannya, selain kontraktor membangun sesuai RAB, juga diburu deadline yang harus selesai pertengahan Desember.

Hal tersebut diungkap Andrei kebid Cipta Karya pada Dinas PUPR , Rabu (26/12) sore. 

Pihaknya akan memperbaiki skatepark ditahun anggaran berikutnya (2019). 

Bahkan jika perlu, ukuran skatepark diperlebar atau diperpanjang sehingga para rider bisa dengan leluasa bermain atau berlatih skateboard.

“Kita akan mengajak komunitas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi olah raga. Untuk melihat lapangan yang sama di kota lain. Mengukur luas, lebar dan tingginya serta modelnya. Kami dari PU kan tidak tahu. Apalagi ukuran skatepark tidak diatur seperti olahraga yang lain,” tandasnya.

Dijelaskan, model dan ukuran yang diadopsi adalah skatepark di Sidoarjo. 

Pihaknya kala itu bersama Disbudpar meninjau skatepark di sidoarjo. 

Ternyata, setelah diterapkan di Kota Probolinggo, menurut komunitas skateboard, bagian tengah yang menonjol, terlalu tinggi sehingga membahayakan. 

“Ini kan karena skateparke-nya terlelu pendek. Kalau panjang, saya kira tidak tinggi dan tidak membahayakan,” ujar Andrei.

Terpisah, salah satu senior skateboarder Hendrik mengiyakan, kalau skatepark bagian piramida (Rintangan) terlalu tinggi. 

Selama masih seperti itu alias belum diubah, pihaknya tidak berani menggunakan atau berlatih. Mengingat, bahaya bagi rider skateboard sendiri. 

“Ya terlalu tunggi. Rintangan di tengah itu kurang landai (rendah),” tujarnya.

Karenanya, ia meminta pemkot untuk mengepras pimida tersebut sehingga menjadi rendah. Atau jika pemkot memiliki dana, skatepark diperpanjang sehingga ada antara lekukan yang ada dipinggir lapangan, jaraknya jauh, tidak pendek seperti saat ini. 

“Kami tidak berani bermain di sini, karena rintangannya tinggi dan lapangannya kurang luas dan panjang. Teman-teman tidak leluasa bermain, kalau lapangannya seperti ini. Karena bahaya,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top