Namanya Salah di Baliho Caleg, Ketua DPRD Minta Diganti

Baliho caleg PDIP dapil III di pertigaan JLU. Nama caleg nomor 4 tulisannya  salah.  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Baliho caleg PDIP dapil III di pertigaan JLU. Nama caleg nomor 4 tulisannya salah. (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghaffur meminta KPU segera memperbaiki sekaligus mengganti seluruh baliho atau banner caleg PDIP dapil III. Sebab, di baliho yang sudah terpasang di wilayah Kecamatan Mayangan tersebut, nama salah satu calegnya tidak sesuai aslinya alias keliru.

Permintaan tersebut disampaikan Agus Rudiyanto, yang juga caleg PDIP nomor urut 3, Senin (31/12) petang. Menurut dia, yang salah adalah namanya. Nama belakang yang seharusnya Ghaffur tertulis Gahffur. 

Pria yang biasa dipanggil Ghofur ini mengetahui namanya keliru dari baliho yang dibuat dan dipasang KPU di pertigaan Jalan Lintas Utara (JLU). Dimungkinkan, lanjut Ghofur, baliho atau spanduk yang terpasang dan terpampang di dapil III, yakni di Kecamatan Mayangan, seluruhnya keliru. 

Menurut dia, KPU-lah yang memperbaiki dan mengganti banner tersebut karena yang membuat dan memasang adalah KPU. “Harus KPU yang memperbaiki. Kan yang nyetak dan masang, KPU. Bukan kami atau partai kami,” tandas Ghofur.

Saat ditanya apakah pihak PDIP sendiri yang keliru mendesaian, Ghofur mengatakan, tidak tahu pasti. Sebab, dirinya tidak sempat melihat desainnya sebelum diserahkan ke KPU. 

Meski partainya yang keliru menulis nama, hendaknya diperbaiki oleh KPU sebelum naik cetak. “KPU jangan seperti makelar. Terima desain, langsung dicetak,” ujarnya.

Mestinya, kata Ghofur, desain dari parpol mana saja yang diterima KPU diperiksa dulu. Jika ada yang meragukan atau keliru, dikonfirmasi ke parpol. Jika tidak ada masalah, bisa langsung dicetak.

 Ia berharap, KPU menggantu dan menurunkan baliho dan spanduk yang keliru tulis nama tersebut. “Kalau memang tidak mau mengganti total, ditindes atau ditempel saja nama saya yang sudah benar. Kalau tidak, kan merugikan saya,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri berterus terang belum memperbaiki kekeliruan nama tersebut. Apalagi,  belum ada surat resmi pemberitahuan dan permintaan dari PDIP. Meski pemilik nama yang keliru sempat komplain dan meminta untuk diperbaiki, namun permintaan tersebut tidak bisa dilayani. “Itu kan komplain dan permintaan pribadi. Apalagi, komplainnya tidak melalui surat,” tandasnya.

Hudri menyebut, sesuai peraturan KPU, peserta pemilu legislatif tersebut parpol, bukan caleg. Karena itu, KPU tidak akan menindaklanjuti komplain atau permintaan caleg. 

Dijelaskan, KPU mencetak baliho atau spanduk dari desain yang diterima KPU. “Bukan kami yang keliru, tapi partainya. Kan yang membuat desain parpol. Ya, desain dari parpol itu langsung kami cetak,” ucapnya. (*)

Pewarta : Agus Salam
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top