Kebun Binatang Mini Probolinggo Diserbu Pengunjung Hingga Tutup Akses Jalan

Tempat parkir pengunjung TWSL yang menutup akses jalan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Tempat parkir pengunjung TWSL yang menutup akses jalan (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo, masih menjadi tempat favorit liburan warga. 

Dalam liburan tahun baru kali ini, tempat yang juga dikenal dengan nama kebun binatang mini tersebut diserbu 8991 pengunjung. 

Dalam sehari saja yakni, Selasa (1/1) meraup Penghasilan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 60 juta.

Namun begitu, pemkot tidak hanya meraup penghasilannya saja. 

Tetapi harus memikirkan lahan parkir yang saat ini masuh memanfaatkan jalan raya di depannya.

Jalan raya tersebut ditutup total, sehingga menutup akses kendaraan roda empat yang dari arah timur dan barat. 

Tentunya, kondisi seperti itu, merugikan masyarakat yang hendak meneruskan perjalanan.

Menyikapi hal tersebut, kepala Dinas Lingkungan Hidup Budi Kristanto mengatakan pengelolaan parkir menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub). 

Meski begitu, pihaknya akan memikirkan jalan keluarnya. Caranya, akan mengelola lokasi TWSL sehingga parkir pengunjung tidak menutup jalan.

“Masyarakat yang hendak ke barat atau timur, tetap bisa lewat,” tandasnya.

Saat ditanya, apakah akan membangun tempat parkiran di dalam areal TWSL? 

Pria yang biasa disapa Budikris tersebut mengatakan, saat ini masih belum ada rencana. 

Ia masih akan mencari dan mematakan, apakah masih ada lahan untuk pembuatan tempat parkir.

“Saat ini masih belum terpikirkan. Kami masih akan menata diareal TWSL,” tambahnya.

Terkait dengan tempat hewan yang kosong, mantan Asisten Ekonomi dan Pembangunan tersebut masih mengusahakan singa ke Taman Safari. 

Begitu juga dengan 2 kandang lainnya yang masih kosong akan diusahakan, agar ditempati hewan. 

“Ya, yang sabar saja. Kami masih mengusahakan binatangnya. Kami masih mencari singa, pengganti singa yang sudah kami serahkan ke taman safari,” jelasnya.

Hasil pantauan, ternyata pemngunjung TWSL tidak hanya dari Kota, tetapi ada juga yang berasal dari Kabupatren Probolinggo. 

Bahkan ada yang dari Lumajang dan Jember.

Mereka rata-rata mengaku belum pernah ke TWSL dan baru pertama kali. 

Mereka berharap TWSL diperluas dan jumlah binatangnya ditambah. 

“Binatangnya kurang banyak. Meski tidak seperti kebiun binatang Surabaya, kami berharap ditambahi lah. Masak ada kandang yang tidak ada binatangnya,” ujar Wahyuni.

Perempuan yang mengaku bersama suami dan anaknya ini, jauh jauh dari Desa Sumberklindung kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probbolinggo, untuk berekreasi bersama satu anaknya. Ia berharap, pemkot menambah koleksi binatangnya. 

“Cukup bagus, tapi koleksi binatangnya masih sedikir. Ya ditambahi lah. Daripada kami jauh-jauh ke Surabaya, mending melihat binatang di sini,” harapnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top