Sudah Lolos PNS, Usia Dipersoalkan

Ilustrasi PNS (tribunnews)
Ilustrasi PNS (tribunnews)

PROBOLINGGOTIMES – Hasil tes CPNS sudah diumumkan. Namun, ada salah satu peserta yang kelulusannya dipertanyakan. Pasalnya, satu peserta yang lolos di jabatan guru, formasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, usianya melebihi persyaratan, yakni 35 tahun.

Kejanggalan tersebut diungkap perempuan berinisial SA (35), Rabu (9/1) siang. Ia yang tinggal di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mengungkapkan, salah satu CPNS jalur K2 berinisial R (35) yang usianya melebihi batas waktu yang ditentukan dalam persyaratan lolos administrasi. Bahkan lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Sedangkan SA yang saat pendaftaran 19 September 2018  tahun lalu usianya lebih 11 hari ditolak oleh komputer saat mendaftar online. Menurut dia, data kelahiran yang di-input-nya di komputer ditolak. Jadi, SA tidak lolos pendaftaran. 

“Ya saya ditolak saat mendaftar. Jadi, saya tidak lolos administrasi. Padahal usia saya lebih 11 hari. Saya daftar melalui jalur umum,” ungkapnya.

Menurut dia, perempuan yang berinisial R yang lahir 29 Agustus 1983 lolos CPNS di jalur K2. SA tidak mengetahui apakah peserta yang K2 persyaratannya beda dengan jalur umum yang dia ikuti, terutama soal usia. Ia berterus terang menyoal hasil tes CPNS hanya untuk mengetahui. 

“Seandainya di jalur K2 persyaratan usianya lebih dari 35 tahun atau tidak sama dengan jalur umum, ya tidak masalah. Saya mempersoalkan karena saya tidak tahu,” tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, Rahmadeta Antariksa sebagai kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo melalui Kabid Mutasi Ngatmari mengatakan, sistem pendaftaran diatur BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Dengan demikian, daerah tidak ikut cawe-cawe untuk urusan administrasi. “Itu yang ngatur BKN pusat, bukan daerah. Jadi kami tidak bisa memanipulasi data,” tandasnya.

Ia menyebut, peserta CPNS K2 batas usia maksimal sama dengan jalur umum, yakni 35 tahun. Sesuai Undang-Hndang 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah 48 Tahun 2005 atas perubahan PP Nomor 56/2012, dan Undang-undang Nomor 14/2005. Aturan tersebut untuk peserta yang mendaftar tenaga pendidik. Sedangkan untuk tenaga kesehatan aturannya, Undang-Undang Nomor 36/2014.

Disebutkan, untuk peserta jalur K usia paling tinggi 35 tahun hingga tanggal 1 Agustus 2018. Selain itu, mereka masih aktif dan masih bekerja sampai sekarang. Menurutnya, R yang lahir 29 Agustus 1983 saat mendaftar belum 35 tahun. “R pada 1 Agustus sesuai aturan, kan usianya kurang 28 hari untuk mencapai 35 tahun. RR baru berusia 35 tahun pada tanggal 29 Agustus 2018,” terangnya.

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top