Upaya Perdamaian Terkait Konflik di Koperasi Mitra Perkasa Berakhir

Wahab Adinegoro, kuasa hukum Zulkifli  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Wahab Adinegoro, kuasa hukum Zulkifli (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Perseteruan Koperasi Mitra Perkasa dengan Zulkifli Chalik, kian memanas. Setelah sebelumnya sempat membuka ruang perdamaian, kini mantan ketua Koperasi tersebut mengunci rapat pintu damai. Alasannya, pihak koperasi tidak pernah merealisasikan ajakan damainya.

Pernyataan tersebut disampaikan Wahab Adinegoro, penguasa hukum Zulkifli, Kamis (10/1) siang di kediaman kliennya jalan Suroyo Kota Surabaya. Kubu Zulkifli bersikap seperti itu, karena ajakan damai yang ditawarkan penggugat, tidak pernah terwujud. Padahal, kubu Zulkifli menyambut baik upaya damai yang ditawarkan lawannya.

Wahab menilai, upaya damai yang dilakukan koperasi hanya dijadikan alat untuk meredam kemarahan anggota koperasi. Sehingga pihak koperasi terlepas dari kewajiban mencairkan uang anggotanya. Kemungkinan tersebut diketahui saat Wahab beserta rekan menghadiri sidang lanjutan gugatan di Pengedilan Negeri (PN) Probolinggo.

Menurutnya ada beberapa anggota koperasi yang menanyakan soal upaya damai. Sebagai kuasa hukum Zulkifli, Wahab menjelaskan kalau saat ini sudah tidak ada lagi perdamaian. Ia menyerahkan kasus gugatan tersebut diselesaikan di pengadilan. "Karena upaya damai hanya dijadikan alasan. Agar koperasi terhindar dari janjinya. Ya, soal pengembalian uang anggota," tandasnya.

Pihaknya menutup pintu damai, lanjut Wahab karena tidak ingin kliennya menjadi tumpuan kesalahan. Sebab, selama ini anggota koperasi beranggapan yang salah adalah kliennya, karena Zulkifli bersedia berdamai. "Sekali lagi saya katakan uang koperasi tidak ada di kami. Diminta saja ke koperasi. Karena uang anggota ada di sana," tambahnya.

Pihaknya menyerahkan kasus gugatan terhadap kliennya diselesaikan di pengadilan, apapun hasilnya. Jika nanti pengadilan memutus kliennya bersalah dan harus membayar uang anggota koperasi, pihaknya akan melaksanakan kewajibannya. "Enggak masalah, kalau putusan pengadilan mengatakan klien saya bersalah. Kami akan melaksanakan putusan tersebut. Berapapun kewajiban klien kami, kami bayar," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga Wahab menyebut, bukan kliennya yang memiliki hutang ke koperasi sebesar Rp 146 miliar. Justru koperasi yang memiliki hutang ke Zulkifli sebesar Rp 15 miliar. Hal itu diketahui, setelah pihaknya melakukan audit yang dilakukan auditor independen. "Hail auditnya seperti itu. Justru uang klien kami yang ada di koperasi. Koperasi mengklaim klien kami punya hutang, karena bunga yang dibebankan ke klien kami 2 ribu persen," pungkasnya.

Terpisah Kuasa hokum koperasi Putut Gunawarman tidak mempermasalahkan kubu Zulkifli menutup upaya perdamaian.  Pihaknya kata Putut bukan tidak mau berdamai, tapi karena Zulkifli hanya bersedia membayar hutangnya hanya Rp 15 miliar. Dengan demikian klien Putut tidak menandatangi konsep perdamaian yang diajukan tergugat. "Ya, karena hanya Rp 15 miliar, padahal uang koperasi ada di pak Zulkifli Rp 146 miliar," tandasnya.

Terkait, koperasi belum membayar uang anggota, karena koperasi sudah tidak memiliki asset. Mengingat uangnya ada di Zulkifli Rp146 miliar. Pihak koperasi lanjut Putut akan membayar semua uang anggota, jika Zulkifli melunasi hutangnya ke koperasi. "Kalau sekarang, apa yang mau dibayarkan ke anggota. Lha wong uangnya ada di pak Zul. Piutang yang lain, ada di orang. Tapi itu tidak cukup membayar uang anggota," tandasnya.

Menganai uang Zulkifli ada di koprerasi sebesar Rp 15 miliar, Putut tidak tahu. Yang jelas menurutnya, sebelumnya Zulkifli bersedia membayar hutangnya Rp 15 miliar. Hal tersebut ditolak oleh Willy Sukamto, karena kurang kalau dibandingkan dengan uang koperasi yang ada di Zulkifli. "Ini kok malah dibalik. Dulu pak zul sanggup membayar Rp 15 miliar. Sekarang kok uang pak Zul ada di koperasi," pungkasnya. 

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top