Operasi Bayi Tanpa Anus Bakal Ditanggung Sepenuhnya Kapolresta Probolinggo

Ahmad Husen tengah digendong ibunya diperhatikan kakek neneknya  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Ahmad Husen tengah digendong ibunya diperhatikan kakek neneknya (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Ahmad Husen, bayi terlahir tanpa anus, menjadi perhatian Polres Probolinggo Kota. Polres yang dikepalai AKBP Alfian Nurrizal tersebut, akan membantu seluruh biaya operasi pembuatan lubang anus. Sedang pemkot setempat belum menentukan sikap, karena besok, Selasa (15/1) masih akan berkunjung ke rumahnya.

Hal tersebut disampaikan kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, Senin (14/1) siang. Menurutnya, kapolresta akan membantu biaya operasi pembuatan lubang pembuangan atau pembuatan lubang anus, yang diperkirakan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Mengingat, kedua orang tuanya miskin dan tidak mampu membiayai operasi anaknya.

Rencananya lanjut kapolresta, pihaknya akan bekerjasama dengan RS Soebandi, Jember untuk menangani kasus yang menimpa Ahmad Husen. Operasi pembuatan lubang anus akan dilaksanakan di RS tersebut. Hanya saja, belum diketahui kepastiannya, Alfian masih menunggu konfirmasi dari RS dan kedua orang tuanya. “Rencananya seperti itu. Dioperasi di RS Soebandi, Jember,” ujarnya.   

Diperkirakan, operasi akan memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Menurut orang nomor satu di kapolresta tersebut, Ahmad Husein akan menjalani serangkaian tahapan operasi. Pertama, operasi pembuatan saluran dan lubang anus, layaknya saluran pembuangan seperti bayi normal. “Itu operasi yang pertama dilakukan. Membuat lubang anus,” tandasnya.

Selanjutnya, kata Alfian, setelah saluran anus buatan  berfungsi sebagaimana mestinya. Tim dokter akan melakukan operasi kedua, yakni menutup saluran pembuangan sementara di perut ayang dioperasi di RS Surabaya. Menurutnya, dari rangkaian operasi dan tindakan medis tersebut, jelas memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Karena keluargga tidak mampu, makanya kami berniat untuk membantu,” ujar kapolresta.

AKBP Alfian berharap, pihak keluarga berkenan menerima bantuan medis yang ditawarkan kapolresta. Selain itu, ia meminta pihak keluarga bersabar menghadapi ujian dan telaten telaten merawat demi penyembuhan bayinya. “Kami berharap keluarga sabar dan menerima ujian ini. Yang penting, operasi lancar dan cepat sembuh,” pungkasnya.

Sementara itu pemkot melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan berkunjung ke rumah bayi tanpa anus, besok Selasa. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi dan ibu yang melahirkan serta keadaan ekonominya. “Itu kewajiban kami. Agar kami mengetahui kondisinya. Termasuk bantuan apa yang dibutuhkan. Dinsos hanya bisa membantu kebutuhan rumah tangga termasuk sembako,” ujar Zainullah, kepala Dinsos setempat.

Sedang untuk urusan kesehatan dan operasi pembuatan lubang anus, menjadi kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr Muhammad Saleh. Zainullah menyarankan, agar orang tua bayi ikut BPJS dan sering-sering berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan bayinya ke RSUD. “Untuk urusan kesehatan dan operasi, bukan kewenangan kami. Kami besok akan menyarankan kepada kedua orang tuanya, untuk sering-sering berkonsultasi ke rumah sakit,” pungkas Zainullah.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top