Wali Kota Usung Kampung Marketer ke Kota Probolinggo

Walki Kota Hadi Zainal Abidin saat menghadiri acara pelatihan Kampung Marketer (Agus Salam/Jatim TIMES)
Walki Kota Hadi Zainal Abidin saat menghadiri acara pelatihan Kampung Marketer (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Pemkot Probolinggo ingin memiliki kampung marketer seperti di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. 

Keinginan tersebut, tidak hanya angan-angan saja, tetapi direalisasikan dengan mendatangkan pendiri kampong marketer tersebut. 

Nofi Bayu Darmawan, promotor kampung marketer, Rabu (27.2) didatangkan ke Kota Probolinggp. 

Bertempat di Kecamatan Wonoasih, ASN Kementerian Keuangan, yang saat ini resign (keluar) selama dua hari melatih pemuda kelurahan se Kecamatan Wonoasih. 

Sebanyak 12 pemuda mengikuti pelatihan kampung marketer di Banger Telecenter. 

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin hadir langsung membuka pelatihan tersebut. 

Nofi Bayu Darmawan, merupakan lulusan STAN (Sekolah Tinggi Admnistrasi Negara) yang rela meninggalkan pekerjaannya sebagai ASN di kementrian Keuangan. 

Nofi bisa berbagi pekerjaan ke 600 warga di desanya. 

Berkat pemasaran produk ciptaan warga desanya yang dipasarkan secara online, omzetnya kini Rp 900 juta per bulan. 

Camat Wonoasih Deus Nawandi mengatakan, mendatangkan pria yang biasa disapa Nofi, untuk menularkan kemampuan dan pengetahuan Nofi ke pemuda yang tinggal di kelurahan di wilayahnya. 

“Kami sengaja mendatangkan narasumber pendiri kampong marketer. Sesuai visi misi wali kota, membangun bersama rakyat untuk Kota Probolinggo lebih baik, berkeadilan, sejahtera, transparan, aman dan berkelanjutan,” katanya.

Diharapkan, Wonoasih bisa mewujudkan kampung marketer seperti di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. 

Produk unggulan yang ada di wilayahnya dipasarkan secara online. 

Tentunya didukung oleh produk yang memiliki daya saing di pasar nasional, bahkan internasional. 

“Menjadikan produk masyarakat Kota Probolinggo mampu bersaing dengan produk daerah lain saing. Kami latih sumberdaya manusianya, sehingga berkualitas,” ujar Deus.

Wali Kota Habib Hadi menyambut baik kegiatan mentransfer ilmu tersebut. 

Diharapkan dengan pelatihan yang nara sumbernya seorang motivator den pendiri kampong marketer, bisa memotivasi pemuda kretif khususnya di Wonoasih. 

“Ke depan banyak tantangani. Jangan lari, tapi hadapi dengan kreatifitas. Sebagai pemuda, jangan pernah menyerah dengan keadaan,” katanya. 

Ditambahkan, selagi masih muda harus banyak menimba pengetahuan dan ,menambah pengalaman, sehingga dalam menjalankan kegiatan apapun, seperti berjualan atau memasarkan produk misalnya, harus dengan cara yang berbeda. 

“Dengan teknologi banyak hal yang bisa kita lakukan. Kami mensuport pemuda yang mau maju dan kreatif. Untuk Mas Nofi kami minta ilmunya ditularkan ke pemuda yang ikut pelatihan. Rejeki itu, tidak akan tertukar,” pungkas Habib. 

Nofi Bayu Darmawan mengatakan, selama dua hari akan memberikan pembelajaran adaptasi di era kecanggihan teknologi. 

IT tidak membatasi, generasi millenial bisa memanfaatkan dengan memasarkan produk warga. 

Ia meminta pembuat produk untuk lebih kreatif dan pemasarannya diserahkan ke pemuda.

“Semua bisa memanfaatkan kecanggihan IT. Tidak hanya pemudanya tetapi juga para orangtua ,” katanya singkat. 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top