Baner Ditempeli Stiker Caleg Lain, Lapor Bawaslu

Pelapor Agus dengan Asad Anshari (berbaju putih, saat dipertemukan dikantor Bawaslu (Agus Salam/Jatim Times)
Pelapor Agus dengan Asad Anshari (berbaju putih, saat dipertemukan dikantor Bawaslu (Agus Salam/Jatim Times)

PROBOLINGGOTIMES – Tak terima Alat Peraga Kampanye (APK) anaknya ditempeli stiker, Agus Widoyoko melapor ke Bawaslu Kota Probolinggo. Sabtu (9/3) siang, Bawaslu mempertemukan pelapor dengan As’ad Anshori, caleg yang fotonya terpampang di stiker tersebut.

Hasilnya, pemasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. As’ad mengabulkan permintaan Agus Widoyoko, mengganti sekaligus memasang banner anaknya yang wajahnya ditempeli stiker As’ad itu di lokasi yang sama. Yakni di Jalan KH Hasan Genging atau jurusan Lumajang, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.

Usai pertemuan dengan Bawaslu, Agus mengatakan, banner Tri Buono Juniar Laksono, anaknya yang mencalonkan DPRD Kota Probolinggo, wajahnya ditempeli stiker caleg As’ad Anshori yang sama-sama Dapil 1 Wonoasih–Kanigaran. “Ini kan pengrusakan. Kami sebagai orang tua, tentu tidak terima. Kami laporkan ke bawaslu,” tandasnya.

Agus yang saat pertemuan didampingi istrinya Ifi Manantiasih  menyebut, permasalahan sudah diselesaiken secara kekeluargaan. Dan As’ad danggup mengganti banner Tri Buono Juniar Laksono yang berangkat dari Partai Nasdem. “Ya, mau gimana lagi. Lawong pak As’ad itu teman akrab saya di dunia politik. Kalau caleg lain, ya permasalahan ini tidak berhenti di sini,” tambah Agus. 

As’ad Anshori membenarkan, kalau pihaknya menyanggupi permintaan Agus. Caleg yang maju dari Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) ini menyebut, tidak mengetahui orang yang menempel stikernya di wajah APK Tri Buono Juniar Laksono. “Karena stiker saya, maka saya bertanggungjawab. Kami akan mengganti dengan APK yang baru. Kami juga yang akan memasang di lokasi yang sama,” tandasnya.

Pria yang pernah menjadi anggota DPRD setempat ini, memastikan kalau yang memasang stiker bukan kader partai dan simpatisan pendukungnya. Sebab, ia berpesan pada kader PPP dan simpatisannya untuk tidak menempel stiker di tiang listrik dan banner atau spanduk caleg lain.

“Setiap pendukung, kami beri tiga stiker. Satu ditempel di sekitar rumahnya, dua ditempel di kaca rumahnya dan sisanya sebagai pegangan. Kami tidak menyuruh menempeli di tiang listrik dan banner lain. Karena tiang listrik tidak mencoblos,” tandasnya sambil tertawa.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu setempat Azam Fikri, membenarkan, kalau Agus telah melaporkan APK anaknya ditempeli stiker As’ad. Pihaknya sudah mempertemukan dan keduanya sudah bersepakat diselesaikan secara kekeluargaan. “Laporannya, Rabu 6 Maret lalu. Kami pertemukan hari ini. Sudah ada kesepakatan,” ujarnya.

Azam menyebut, penempelan stiker di banner, spanduk atau sejenisnya, dikategorikan pengrusakan dan bisa dipidanakan. Lantaran dalam kasus antara Agus dan As’ad sudah ada kesepakatan, maka otomatis, kasunya tidak dampai ke ranah kepolisian. “Kasus ini kalau dilanjut bisa ke pidana. Setelah kami pertemukan, mereka sepakat. As’ad akan menggenti banner Tri Buono Juniar Laksono,“ pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top