Nasabah Ancam laporkan Pengurus Koperasi Mitra Perkasa ke Polisi

Kuasa hukum nasabah KMP Abdul Wahab saat rilis rencana melaporkaan pengurus KMP ke Polresta   (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kuasa hukum nasabah KMP Abdul Wahab saat rilis rencana melaporkaan pengurus KMP ke Polresta (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Abdul Wahab Adinegoro, penasehat hukum nasabah atau anggota Koperasi Serba Usaha (KSU Mitra Perkasa (MP) Jawa Timur, akan melaporkan pengurus koperasi ke Polres Probolinggo Kota. Jika tidak ada aral, pihaknya akan melapor ke polresta, Kamis depan.

Hal tersebut disampaikan Abdul Wahab, Senin (11/10) sore di kantornya jalan Suyoso, Kota Probolinggo. Sebagai kuasa hukum dari sekitar 35 nasabah atau anggota KMP, dirinya akan melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pengurus koperasi. Pasalnya 379 A KUHP tentang penipuan sebagai mata pencaharian.

Sedang untuk kasus penggelapannya, Wahab menggunakan pasal 374 KUHP mengenai penggelapan dalam jabatan. Disebutkan, Welly Sukamto sebagai terlapor dan pengurus yang lain turut terlapor, telah menipu nasabah. Tahun 2015 koperasi tetap mencari atau menerima tabungan dan deposito. Padahal, tahun tersebut, koperasi dalam kesulitan likuiditas.

Wahab mengetahui KMP kesulitan keuangan dari gugatan willy Sukamto, terhadap mantan ketua koperasi Zulkifli Chalik. Kebetulan,  Wahab sebagai kuasa hokum dari tergugat Zulkifli Chalik. “Itu pernyataannya pak Welly sendiri, kalau koperasinya kesulitan likuiditas. Pernyataan itu tertuang dalam gugatan Pihaknya melekat. Jadi, pak Welly tidak bisa mengelak dari pernyataannya,” jelas Wahab.

Menurutnya, koperasi dalam keadaan kesulitan keuangan tidak boleh mencari atau menerima tabungan atau deposito. Meski tabungan dan depositi yang didapat untuk mengatasi kesulitan koperasi atau membayar uang anggota koperasi. Apalagi, hasil tabungan dan deposito, tidak untuk membayar uang anggota yang hingga kini belum terbayar alias tidak cair. “Buktinya, uang nasabah belum terbayar,” tambahnya.

Terkait dengan unsur penggelapan dalam jabatan, Welly dan pengurus koperasi lanjut Wahab, telah menjual aset koperasi berupa kantor di jalan raya Panglima Sudirman. Disebutkan, kantor KMP dijual 2 kali dan laku ke penjual pertama, Rp 7 miliar. Sedang pembeli kedua, laku Rp 4 miliar. “Kemana uangnya. Uang nasabah tetap tidak cair alias tidak dibayar,” ungkap Wahab.

Saat ditanya jumlah uang 35 nasabah yang menguasakan kasusnya ke kantor Hukum Artono, Wahab and Associates, Wahab menyebut sekitar Rp 7,2 miliar. Mulai tabungan nasabah paling kecil berjumlah Rp 20 juta hingga deposito pulujan juta bahkan ada yang sampai ratusan juta rupiah. “Kami punya bukti sertifikat deposito dan buku tabungan anggota,” imbuhnya.

Rencanan awal, kasus pidana tersebut akan dilaporkan ke Polda jatim. Mengingat, sebagian besar anggota koperasi, tidak percaya kepada polresta. Karena laporan nasabah, banyak yang mandeg alias tidak ditindaklanjuti dan tidak diketahui ujung pangkalnya. “Banyak nasabah yang berkata begitu. Karena kami masih percaya dan yakin polresta bisa menyelesaikan kasus ini, maka kami akan melapor ke polresta,” tandasnya.

Kecuali dalam perjalanan kasus yang dilaporkan tidak jalan, maka Wahab tidak segan-segan melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur. Ia berharap, siapapun tidak boleh main-main dengana kasus tersebut. Ia berharap, laporannya menjadi perhatian khusus polresta. Jika nantinya di polresta jalan, maka ia akan melaporkan kasus yang sama di kemudian hari. “Laporan kami ini, gelombang pertama. Masih ada gelombang lanjutan yang akan kami laporkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Welly Sukamto, ketua sekaligus manajer KMP saat dihubungi beberapa kali handphone-nya tidak aktif. Belum diketahui apakah nomornya sudah berganti atau masih tetap. Sedang pengawas koperasi Alwasis, saat dihubungi, selulernya juga tidak aktif.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top