Memasuki Masa Tenang, APK Masih Bertebaran

APK di bundaran Gladag Serang, belum diturunkan mesku sudah massa  tenang(Agus Salam/Jatim TIMES)
APK di bundaran Gladag Serang, belum diturunkan mesku sudah massa tenang(Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Di masa tenang ini, masih banyak Alat Peraga Kampanye (APK) bertebaran di Kota Probolinggo. APK berupa gambar capres-cawapres dan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kota tersebut, tersebar di sejumlah ruas jalan dan lokasi-lokasi strategis.

Rupanya, parpol (Partai Politik) dan caleg serta tim sukses Capres-cawapres enggan menurunkan APK yang dipasangnya. Padahal, Bawaslu sudah mengingatkan melalui surat untuk menurunkan APK-nya sendiri. Namun, hingga masa tenang berlangsung satu hari, APK dan bendera parpol masih belum diturunkan alias dibiarkan tetap terpasang.

Menanggapi hal tersebut, Sibro Malisi, salah satu caleg dari Partai NasDem mengaku, pembongkarran APK-nya bukan kewenangannya. Tapi kewajiban pihak ketiga yang mencetak sekaligus memasang serta membongkar gambar bannernya. “Kami bukan tidak mau membongkar, Tapi APK kami yang berhak menurunkan, pihak ketiga,” ujar Sibro, Minggu (14/4) sore.

Caleg dapil 1 kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Wonoasih ini membenarkan kalau Parpolnya sudah menerima surat permintaan penertiban APK dan bendera di masa tenang dari Bawaslu setempat. Bahkan, dirinya sudah diberitahu oleh ketua DPD Partai NasDem. “Ya, parpol kami sudah menerima surat dari Bawaslu. Saya sudah sampaikan ke pihak ketiga kami. Kalau tidak diturunkan oleh pihak ketiga, ya biar Bawaslu yang menertibkan,” tambah Sibro.

Hal senada juga diungkap Elok Hanifah, salah satu caleg dapil 3 Kecamatan Mayangan. Ia berterus terang, tidak menurunkan baliho atau banner yang bergambar dirinya, Tapi, caleg dari PDIP ini yakin, sebagian bannernya sudah diturunkan. “Belum tahu, apakah APK saya sudah diturunkan semuanya atau tidak. Karena bukan saya yang menurunkan,” tandasnya.

Saat ditanya, siapa yang menurunkan, Elok yang mengusung jargon Koncoku tersebut menyerahkan ke simpatisan dan rekannya. Menurutnya ada beberapa simpatisan dan temannya yang menghubungi dirinya untuk meminta bannernya. “Simpatisan dan teman yang request. Minta banner saya. Ya saya izini, asal diturunkan sendiri. Enggak tahu, apakah sudah turun semua atau tidak,” katanya singkat.

Terpisah, Azam Fikri mengaku sudah menurunkan sebagian APK dan bendera parpol. Namun, hingga kini belum selesai. Penertiban akan dilanjutkan malam ini dan jika belum selesai, akan dilanjutkan esok harinya hingga selesai. Pihaknya menurunkan sendiri, karena parpol dan caleg tidak ada yang mau menurunkan atau menertibkan sendiri.

Padahal bawaslu sudah berkirim surat kepada seluruh parpol peserta pemilu. Namun, hingga tiba masa tenang, permintaannya tidak diindahkan. Akhirnya pada Sabtu malam, kemudian dilanjutkan Minggu Pagi hingga sore, namun begitu, APK dan bendera parpol, hanya sebagian kecil saja yang sudah diturunkan. “Mulai tadi malam dan dilanjutkan hingga sore tadi. Malam ini dilanjutkan lagi. APK yang besar-besar dulu yang kami turunkan,” tandasnya.

Azam menyebut, akan menurunkan seluruh APK hingga bersih. Dalam kegiatan tersebut pihaknya dibantu oleh panwaslu kelurahan, kecamatan Sarpol PP dan Polres Probolinggo kota dan berkoordinasi dengan KPU setempat. “Bawaslu menurunkan APK di jalan-jalan protokol di jalur kota. Panwas Kecamatan dan kelurahan di wilayahnya masing-masing. Kami gerakkan semuanya, agar cepat bersih,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top