Habis Operasi Pasar Bawang Putih 4 Ton, Harga di Pasaran Kok Tetap Mahal?

Salah satu pedagang bawang putih di Pasar Baru Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Salah satu pedagang bawang putih di Pasar Baru Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Meski Pemkot Probolinggo telah menggelontor bawang putih sebanyak 4 ton dalam operasi pasar, Rabu (24/4) kemarin, namun harga bawang putih di Pasar baru, tak kunjung turun.ini pada Kamis (25/4) siang, masih berkisar antara Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Penyebabnya, pedagang masih menjual stok lama yang harga kulaknya Rp 40 ribu. Sedang bawang putih yang dibelinya saat operasi pasar di Pasar Wonoasih kemarin, belum dijual. Mereka mau menjual bawang putih yang dibelinya seharga Rp 20 ribu per kilonya, setelah stok lama habis.

Hal tersebut diungkap sejumlah pedagang Pasar Baru, salah satunya, Aminah (45). Menurutnya, harga bawang saat ini masih Rp45 ribu. Sebab, bawang putih yang ia jual, stok lama atau sebelumnya yang harga kulaknya Rp45 ribu. “Kalau dijual Rp25 ribu, saya rugi. Karena harga kulaknya Rp 40 ribu,” tandasnya.

Aminah mengatakan, akan menghabiskan stok lama dulu. Setelah stok habis, dirinya akan menjual bawang putih yang harga kulaknya Rp 20 ribu. Perempuan asal Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ini akan menjual Rp 25 ribu per kilonya sesuai anjuran pemerintah.

“Kami habiskan stok lama dulu. Setelah habis, kami menjual bawang putih yang kami beli dari pemerintah. Otomatis, harga turun. Ya, kami jual Rp 25 ribu sesuai anjuran pemkot,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Husnawiyah (39) berikut pedagang lain. Pedagang asal Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih ini, masih menjual bawang putih Rp 45 ribu per kilo. Alasannya, bawang yang ia jual, harga kulaknya masih Rp 40 ribu. “Nanti setelah habis, bawang dari pemkot, kami jual. Kalau sekarang masih Rp 45 ribu. Ya, enggak tahu, kapan habisnya,” ujarnya.

Lain lagi dengan Liana (65) pedagang asal Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok. Perempuan yang menjual aneka sayuran tersebut, sudah menjual bawang putih seharga Rp 25 ribu. Alasannya, bawang yang ia jual, harga kulaknya Rp 20 ribu. “Bawang yang kami kulak Rp 45 ribu, sudah habis. Jadi sekarang saya jual bawang yang dari pemerintah,” tandasnya.

Liana menjualnya Rp 25 ribu sesuai anjuran pemkot. Per kilonya, untung Rp 5 ribu. Hanya saja, keuntungan 20 Kg bawang putih yang dibeli dalam operasi pasar kemarin, tidak Rp 100 ribu. Tetapi, hanya Rp 80 ribu. ”kan kami kemarin dapat jatah Rp 20 Kg. Keuntungan kami bukan Rp 100 ribu, tapi 80 ribu. Beratnya berkurang 2 kilo. Karena bawangnya agak basah,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top