Puluhan Remaja di Probolinggo Mengisi Bulan Puasa dengan Mabuk-Mabukan

Remaja tyang terjarin razia di bulan ramadlan, push-up di Mako Satpol PP (Agus Salam/Jatim TIMES)
Remaja tyang terjarin razia di bulan ramadlan, push-up di Mako Satpol PP (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Tiga puluan remaja dan 2 Pekerja Seks Komersial (PSK) , terjaring razia Satpol PP Kota Probolinggo. 

Mereka diamankan ditempat dan jam berbeda, saat sedang dan akan mabuk-mabukan, Sabtu (11/5) di atas pukul 21.00 WIB.

Selain itu, sepasang remaja yang lagi berduaan dikeremangan malam diamankan di Taman Manula, Sementara dua PSK, terjaring di lokalisasi illegal Penangan, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, saat menunggu lelaki hidung belang.

Sementara, tiga puluhan remaja diamankan disejmlah tempat. Diantaranya, Pasar Mangunharjo (Babian), Kampung Keles (Belakang Lapsa kelas IIB, Jalan Patiunus, Taman Maramis. 

Mereka dibawa ke mako Satpol PP di Jalan raya Penglima Sudirman, untuk didata dan dibina.

Seperti biasa, orang tuanya dipanggil dan mereka juga harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. 

Sebelum dipulangkan, seluruh remaja diminta push-up beberapa kali, sebagai upaya efek jera agar tidak mabuk-mabukan dan pacaran lagi.

Salah satu dari mereka ada yang mengenakan sarung dan kopiyah hitam. 

Saat ditanya mengaku, habis tadlarusan dan jalan-jalan ke kota berboncengan dengan temannya. 

Kepada petugas, remaja yang terjarin di Taman Maramis ini mengaku, tengah mengecek bensin bukan untuk minum arak. 

“Enggak, saya tidak minum. Ngecek bensin,” bantahnya.

Remaja asal Wonoasih itu, begitu tiba di Taman Maramis sepeda motor yang dikendarai nyendat-nyendat. 

Mereka berdua kemudian berhenti dan masuk ke Taman yang berlokasi di jalan AA Maramis untuk melihat tangki bensinnya. 

“Enggak tahu araknya siapa. Saya tadi melihat ada anak minum. Karena ada satpol PP, lari dan araknya ditinggal,” katanya beralibi.

Dari puluhan remaja yang terjaring, salah satunya perempuan, yang diamankan dari Taman Manula. 

Ia dibawa ke Mako Satpol PP karena ketahuan berduaan dengan lelaki di kegelapan malam dan tidak membawa identitas. 

Kasi Operasi Hendra sempat mengancam akan memanggil orang tuanya. 

“Oke kalau kamu tidak bawa identitas, saya panggil orang tuanya,” tandas Hendra.

Lantaran keberatan, Hendra akan mengantar perempuan tersebut dengan kendaraan dinas, namun tawaran itu ditolak. 

Remaja perempuan tersebut bersedia tidak akan pacaran lagi ingga larut malam dan jika ketahuan petugas, ia bersedia dilaporkan ke orang tuanya. 

“Tetap kami panggil orang tuanya,” tambahnya.

Disebutkan, operasi yang dilakukan, untuk mempersempit ruang gerak remaja dan PSK berbuat dosa dibulan puasa. 

Agar tidak mengganggu ketertiban dan kekhususan warga dalam menjalankan ibdah puasa. 

“Operasi seperti ini akan kami lakukan setiap hari siang dan malam. Sampai menjelang H-1 lebaran. Biar warga khusuk dalam menjalankan ibadah dibulan suci ini,” pungkas Hendra.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top