Kalah Laris Dengan Pedagang Pakai Kendaraan, Pedagang Buah Di Probolinggo Lapor Dewan

Tiga pedagang buah Pasar Gotong Royong saat curhat ke Syaifuddin salah satu anggota DPRD Kota  Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Tiga pedagang buah Pasar Gotong Royong saat curhat ke Syaifuddin salah satu anggota DPRD Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Tiga penjual buah Pasar Gotong Royong, nglurug kantor DPRD Kota Probolinggo, Senin (13/5) sekitar pukul 09.00. Penyebabnya dagangannya sepi, akibat diserbu penjual buah berkendara motor. Mereka meminta, Pemkot segera menertibkan agar nasib mereka tidak semakin terpuruk.

Setelah hampir 1 jam menunggu, mereka ditemui Syaifuddin di ruang komisi II gedung DPRD. Sempat terjadi ketegangan akibat salah paham. Abdul Hamid (65) tersinggung lantaran Syaifuddin enggan menerima ketiganya secara dinas. Mengingat ketiganya datang dadakan, bukan atas undangan pimpinan DPRD.

Tahu kedatangannya ditolak, Abdul Hamid yang awalnya duduk langsung berdiri. Perang mulut antara Hamid dan Syaifuddin-pun tak dapat dihindari. Hamid tersinggung dengan pernyataan Syaifuddin yang tidak akan menerima mereka. 

“Saya datang ke sini karena sampaian wakil rakyat. Lantas apa gunanya dewan kalau kami tidak diterima. Ini gedung rakyat loh. Kenapa rakyat tidak diterima,” kata Hamid dengan nada tinggi.

Diserang seperti itu, Syaifuddin tidak diam. Politikus PKB inipun angkat bicara dan berusaha menjelaskan pernyataannya. Dijelaskan, ia tidak bermaksud menolak kedatangan Hamid dan 2 rekannya. Tetapi, tetap menemui mereka secara pribadi, bukan secara kelembagaan. 

“Coba dengarkan. Saya tetap menerima sampaian. Tapi secara pribadi. Kalau kelembagaan, ada prosedurnya. Tidak tiba-tiba datang kesini,” tandas Syaifuddin.

Ketegangan melunak, setelah Faisol Abdul Ghofur (54) meminta maaf. Ia lalu menceritakan kedatangannya yang tiba-tiba. Menurutnya, sebelum ke gedung DPRD, ia bersama 2 rekannya ke kantor DInas Satpol PP. Lantaran jawabannya tidak memuaskan, ketiganya mampir ke gedung DPRD. “Masak saya mau menghadap wali kota, disuruh nulis surat. Kapan selesainya permasalahan ini,” tandasnya.

Dijelaskan, kedatangannya ke gedung wakil rakyat, untuk memberitahukan kondisi pasar Gotong Royong. Disebutkan, penghasilan pedagang buah Pasar Gotong Royong terjun bebas, akibat tidak ada pembeli. Bahkan, penghasilannya tinggal 10 persen lantaran warga membeli buah ke pedagang pinggir jalan yang menggunakan kendaraan roda tiga dan empat. 

“Penghasilan kami hilang urun 90 persen. Jadi kalau ngulak langsep 100 kilo, hanya laku 10 kilo. Yang 10 Kg kami buang karena rusak dan busuk lantaran lama lakunya,” ujar Faisol.

Ia menyayangkan sikap diam Pemkot, sehingga pedagang buah di jalan nyaman berjualan. Terutama penjual yang berjualan buah di jalan Prajurit Siaman, selatan Pasar Gotong Royong. Faisol meminta Pemkot segera bertindak karena selain melanggar, mereka merugikan penjual buah yang legal (Pasar Gotong Royong. 

”Mereka itu banyak yang warga luar. Sedang kami, asali warga kota dan setiap hari bayar restribusi. Sedang mereka tidak bayar karcis,” tambahnya.

Ia mendatangi mako Satpol PP dan gedung dewan, karena pedagang buah jalanan sudah lima tahun masih bercokol, bahkan jumlahnya bertambah. Faisol mewakili rekan-rekannya meminta, Pemkot dan DPRD lebih serius menertibkan pedagang buah menggunakan kendaraan bak terbuka. Mengingat, berdampak sekali pada pedagang bush Pasar Gotong Royong. 

“Tolong perhatikan nasib kami. Kenapa pedagang luar kota dibiarkan berjualan ditempat terlarang, sedang kami yang asli kota Probolinggo, tidak diperhatikan,” pungkasnya. 

Menanggapi keluhan tersebut Syaifuddin akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)  bersama OPD terkait. Asal, keluhan pedagang Pasar Gotong Royong ditulis dan dikirim ke pimpinan dewan. Tanpa itu, pihaknya tidak bisa mempertemukan pedagang dangan OPD terkait. 

“Prosedunya memang seperti itu. Tulis sudart dan kirim ke pimpinan kami. Ditulis tangan saja,” pinta Syaifuddin.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top