Dijaga Satpol PP, Pedagang buah Jalanan Tak Berani Jualan

Lokasi yang biasa ditempati penjual buah bermotor, kini ditempati parkir kendaraan bongkar-muat barang (Agus Salam/Jatim TIMES)
Lokasi yang biasa ditempati penjual buah bermotor, kini ditempati parkir kendaraan bongkar-muat barang (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Satpol PP Kota Probolinggo, bergerak cepat menertibkan kawasan jalan sebagai lapak barang dagangan. Jalan Prajurit Siamanyang ditempati penjual buah bermotor, Selasa (14/5) sudah bersih. Kini lokasi yang dekat pertigaan tersebut ditempati kendaraan bongkar-muat barang dagangan.

Hendra Kusuma, Kasi Operasi Dinas Satpol PP mengatakan, hengkangnya penjual buah berkendaraan roda tiga dan empat, karena di lokasi itu dijaga petugas. Pihaknya pada Selasa pagi menerjunkan beberapa petugas untuk mengantisipasi pedagang buah jalanan menggelar dagangannya.

Ternyata, cara tersebut efektif. Menurut Hendra tidak ada satupun pedagang buah yang berjualan di lokasi yang dilaporkan pedagang buah Pasar Gotong Royong, Senin siang kemarin. Karena itu, pihaknya akan menempatkan beberapa petugas setiap hari di tempat tersebut. “Kami pasang petugas setiap hari di sana. Agar mereka tak berjualan lagi di pertigaan jalan Siaman,” tandasnya.

Hal itu dilakukan, dalam rangka penertiban serta untuk menggairahkan pasar buah Gotong Royong yang dikabarkan sepi pembeli. Hendra tak menampik kalau Senin kemarin tiga pedagang buah Pasar Gotong Royong ke kantornya.  “Ya, kemarin ke kantor kami. Hanya tidak bertemu dengan kami. Mereka lalu ke kantor DPRD,” jelasnya.

Pihaknya keesokan gharinya langsung melakukan operasi di pertigaan jalan Prajurit Siaman pada pagi hari. Hanya saja, mereka belum ada yang datang. Hendra kemudian meminta anggotanya untuk standby bergantian. Jika ada pedagang yang datang diminta, untuk tidak berjualan di sana. “Petugas kami setiap hari berjaga di sana. Selain itu, kami juga menertibkan penjual buah yang ada di lokasi lain,” tandasnya. 

Herman berterus terang, 2 minggu sebelum pedagang buah ke kantornya, pihaknya telah memasang spanduk bertuliskan himbauan untuk tidak berjualan di pertigaan Siaman. Namun, tidak diindahkan oleh pedagang, mereka tetap berjualan. “Spanduk imbauan itu sudah lama kami pasang.  Pedagangnya saja yang tidak memperhatikan himbauan kami,” pungkas Hendra.

Terpisah, Faisol Abdul Ghofur (54) salah seorang pedagang buah Pasar Gotong Royong, yang Senin kemarin wadul ke DPRD mangatakan, pembeli masih sepi. Pedagang buah asal kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan kanigaran ini mengaku, belum tahu kalau pedagang buah di selatan Pasar Gotong Royong, sudah tidak ada, lantaran lokasi jualannya dijaga petugas Satpol PP.

Kendati belum ada dampak terhadap dagangannya lantaran pembeli masih sepi, Faisol berterima kasih pada pemkot. Sebab, permintaannya sudah diperhatikan oleh pemkot sehingga di pertigaan jalan Siaman, tidak ada lagi penjual buah berkendara motor. “Syukurlah kalau sudah diusir oleh pemkot. Tapi pembeli masih sepi. Mungkin ke depannya ramai,” pungkas Faisol saat ditemui di bedaknya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top