Atasi Macet, Atur Parkir di Jalan Depan Pasar Baru

Petugas Satlantas tengah mengecat pembatas parkir (Agus Salam/Jatim TIMES)
Petugas Satlantas tengah mengecat pembatas parkir (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Meski sempat diprotes, Pemkot Probolinggo tetap akan menertibkan parkir sepeda motor di depan Pasar Baru atau di utara Jalan Raya Panglima Sudirman. Untuk membuktikan keseriusannya, Selasa (14/5) Polres Probolinggo Kota menggelar rekayasa Lalu Lintas (Lalin) nya.

Rekayasa atau uji coba yang dimotori Satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta, berlangsung tiga hari. Hasilnya akan dievaluasi sebelum diberlakukan dan penyesuaian di lapangan sambil berjalan. Sejumlah petugas Satlantas dan dishub tanpak berjaga-jaga dan beberapa di antaranya, ada yang memasang road barrier atau pembatas jalur (Jalan).

Sebagian petugas yang lain, mengecat jalan sebagai tanda pembatas parkir kendaraan roda dua. Dijumpai di lokasi Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, uji coba diperlukan untuk penyesuaian. Selain pemberian batas dan pengecatan jalan, pihaknya menempatkan petugas Satlantas bekerjasama dengan Dishub dan Satol PP.

Hal itu dilakukan, untuk mengingatkan dan sosialisasi kepada warga atau pengendara yang belum mengetahui aturan baru tersebut. Jika sebelumnya pemkot membebaskan jalan sisi utara bebas dari parkir, polresta tidak. Polresta menyediakan lahan untuk tempat parkir, namun hanya untuk satu deret. “Kami masih sediakan tempat parkir untuk roda dua. Hanya satu deret," tandas kapolresta.

Sedang sisi selatan jalan, untuk parkir kendaraan roda empat. Baik kendaraan pembeli maupun kendaraan yang akan bongkar-muat barang. Warga yang mengendarai roda empat, meski tujuannya ke toko utara jalan, kendaraannya diparkir di sisi selatan.  “Kalau parkir di sisi utara, akan macet lagi. Jadi mobil harus parkir di selatan jalan,” pungkas kapolresta.  

Sementara  Titin (50) pemilik Toko July yang kerab protes terhadap pemkot, atas larangan roda dua parkir di depan tokonya atau sisi utara mengaku, lega. Menurutnya, aturan polresta yang membolehkan roda dua parkir di depan tokonya meski hanya satu deret, tidak merugikan pemilik toko di utara jalan. “Aturan polresta ini lebih adil ketimbang aturan pemkot. Kalau dibebaskan dari parkir, kami yang terkena dampaknya. Pembeli sepi,” katanya.

Lagi-lagi, Titik meminta pembatas jalan atau median jalan di depan tokonya dibongkar, mengingat, penyebab kemacetan. Hal senada diungkap Hadi, Pemilik toko Sumber Baru. Ia mengapresiasi upaya polresta untuk mengurangi kemacetan. Hanya saja ia menyoal aturan jam bongkar muat, diatas pukul 18.00.  “Dikembalikan ke aturan dulu. Bongkar muat siang sampai sore. Karena kalau malam, toko kami tutup,” katanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top