Alun Alun Probolinggo Bakal Dibongkar

Warung di utara alun-alun Kota Probolinggo yanag belum diketahui nasibnya (Agus Salam/Jatim TIMES)
Warung di utara alun-alun Kota Probolinggo yanag belum diketahui nasibnya (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Pemkot Probolinggo akan merehabilitasi alun-alun tahun 2019. Salah satu rencananya, pagar yang mengelilingi alun-alun akan dibuka. Begitu juga dengan bedag atau kios makanan dan minuman. Hanya saja belum diketahui, kapan akan dilaksanakan pembangunannya.

Sejumlah penjual makanan dan minuman (Mamin) tidak keberatan kalau bedagnya seandainya dibongkar, asal diganti  dan lokasinya tidak jauh dari tempat asal atau alun-alun. Seperti yang diungkap Ani, salah seorang pedagang mamin di utara alun-alun, Kamis (16/5) sore dan beberapa pedagang lain.

Perempuan asal Tongas Kabupaten Probolinggo itu tidak mempermasalahkan, tempat dagangannya dibongkar. Asal gantinya di sekitar alun-alun. Sehingga dirinya bisa berjualan lagi seperti sedia kala. “Kalau dibongkar terus kami dibiarkan, ya tidak setuju. Terus mau jualan dimana kami, kalau tidak diganti,” tandasnya.

Ani (40) mendukung pembangunan yang dilakukan pemkot, meski dirinya warga Kabupaten Probolinggo. Bahkan, jika nanti warung yang dibikin pemkot tidak seperti warungnya saat ini, Ani tidak mempermasalahkan. Kalau demi kemajuan dan keindahan tidak ada masalah. Yang penting kami bisa berjualan. Kami serahkan ke pemkot,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap Mangun (43). Hanya saja, pria yang tinggal di Kelurahan Sukabumi, Kelurahan Mayangan itu tidak yakin, alun-alun akan dibangun terbuka. Mengingat, ia sudah mendengar 2 tahun rencana tersebut. “Ya tah. Soalnya rencana ini sudah 2 tahun yang lalu. Tapi tidak pernah terwujud,” tandasnya.

Jika pemkot benar-benar melaksanakan rencananya tahun ini, Mangun tidak mempermasalahkan. Asal dirinya bisa berjualan lagi dan warungnya tidak jauh dari artau sekitar aun-alun. Yang penting memurutnya warga tidak menjadi korban. “Monggo silahkan. Yang penting kami bisa berjualan lagi di sekitar sini. Jangan jauh-jauh,” pungkasnya.

Terpisah Nely, kepala kebersihan alun-alun membenarkan rencana pemkot tersebut. Namun, ia tidak mengetahui seperti apa nantinya, alun-alun setelah direhabilitasi. Mengingat, di alun-alun ia bertugas menjaga kebersihan. “Informasinya seperti itu. Tapi kami tidak tahu seperti apa. Sampaian tanya saja ke PU. Karena PU yang tahu,” katanya singkat.

Sementara itu, wakil wali kota Probolinggo HMS Subri membenarkan rencana tersebut. Namun, ia mengaku tidak tahu kapan rencana rehabilitasi alun-alun akan dilaksanakan. Ia berpesan, alun-alun nantinya lebih baik dan lebih ramah ke masyarakat. “Harapan kami seperti itu. Lebih baik dan masyarakat betah di sana,” katanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top