Wali Kota Probolinggo Pimpin Penggerebekan Sarang Judi, Para Pelaku Sudah Kabur Duluan

Petugas satpol PP membongkar penutup atau atap arena judi.(Agus Salam/Jatim TIMES)
Petugas satpol PP membongkar penutup atau atap arena judi.(Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mempimpin penggerebekan sarang judi, Minggu (19/5) sekitar pukul 23.00. Namun sayang, penggerebekan itu tak membuahkan hasil. Petugas gabungan yang terdiri dari satpol PP, denpom dan Polres Probolinggo Kota pulang dengan tangan hampa.

Petugas hanya menemukan satu karton yang berisi minuman kemasan dalam gelas. Juga terpal yang dipakai peneduh saat judi. Diduga penggerebekan di Jalan Bromo barat daya Terminal Bayuangga itu bocor. Sebelum petugas dan wali kota tiba di lokasi, para pejudi kabur duluan menyelamatkan diri.

Dalam penggerebekan di utara garasi bus Ladju atau Pengadilan Agama (PA) Probolinggo di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, itu, wali kota mendatangkan truk Dinas Satpol PP dan satu unit pemadam kebakaran (damkar). Kedua kendaraan tersebut digunakan menghalangi dua kendaraan minibus (MPV) yang diduga milik bandar judi yang kabur saat petugas tiba.

Penghadangan atau pemblokiran dilakukan agar kendaraan bercat putih dan gelap tersebut tidak bisa keluar oleh pemiliknya, saat petugas meninggalkan arena perjudian. Namun setelah ditunggu, sekitar pukul 02.00 pemiliknya datang. “Mulai hari ini dan seterusnya, mobil Sampeyan jangan sampai ada di lokasi judi. Kalau ketahuan, Sampeyan urusan dengan saya,” ujar wali kota.

Jika nantinya dua mobil yang sama ketahuan parkir di lokasi perjudian di tempat lain, Hadi tidak segan-segan akan membawa kasus perjudiannya ke kepolisian untuk diproses sesuai aturan. Begitu juga dengan warga yang berada di sekitar arena judi saat penggerebekan, seluruhnya akan diamankan. “Kami menyatakan perang terhadap perjudian. Tidak hanya bulan puasa, tapi seterusnya,” tandas Hadi.

Saat penggerebekan, wali kota menanyakan satu-per satu warga yang duduk bersantai di depan warung swalayan, kompleks ruko depan agak ke selatan terminal. Bahkan warga yang bergerombol di selatan terminal dan depan garasi bus Laju juga didatangi. Kepada mereka, Hadi meminta untuk tidak ikut-ikutan berjudi dan melaporkan. 

“Mulai besok, yang tidak berkepentingan tidak boleh kesini. Kalau di sini ada judi lagi, laporkan. Kami tindak tegas,” ujar Hadi.

Bahkan, jika ada aparat yang melindungi, membekingi atau menjadi bandar judi, wali kota akan melapor ke atasan mereka di Jakarta. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Solihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, tersebut, wilayahnya harus terbebas dari segala bentuk dan jenis perjudian.

“Ini yang harus diketahui oleh masyarakat. Jangan sampai wilayah kami ditempati perjudian. Kalau memaksa, kami tindak tegas. Enggak mempan di sini, kami lapor ke Jakarta,” pungkasnya. 

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top