Wali Kota Probolinggo akan Tutup Cafe Mokong

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat berbincang dengan pemilik Cafe Telolet (Agus Salam/JatimTIMES)
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat berbincang dengan pemilik Cafe Telolet (Agus Salam/JatimTIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Wali Kota Probolinggo, ancam akan tutup Telolet di Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, jika diketahui masih tetap buka di bulan Ramadan. Tak hanya itu, seluruh café yang ada di wilayahnya, juga akan ditarik izinnya, jika melanggar aturan.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, usai memimpin razia minuman beralkohol dan arak, Selasa (00.00) dini hari. Ia menyebut, Café Telolet sudah melanggar Surat Edaran (SE) wali kota. Dimana, seluruh café diminta tutup di bulan puasa, terutama yang menjual minol (Miras) dan menyediakan perempuan penghibur.

Karenanya, wali kota akan segera melayangkan surat teguran ke Café Telolet untuk tidak membuka di Ramadan. Dan jika surat teguran tersebut tidak diindahkan, wali kota akan menutup café yang menyediakan jasa karaoke tersebut. “Tadi pemiliknya berjanji tidak akan buka lagi. Secepatnya kami kirim surat teguran. Jika tetap mokong, terpaksa kami tutup,” tandasnya.

Tampak terlihat, ada 2 perempuan selain pemiliknya di cafe timur SMKN 4 tersebut. Belum diketahui pasti, apakah keduanya pemandu lagu, atau pramuniaga (pelayan) café bahkan saudara pemilik. Saat ditanya petugas, keduanya pramuniaga dan masih satu keluarga dengan pemilik café. “Pokoknya tidak boleh ada perempuan di sini. Kecuali pemiliknya,” tegas Wali Kota Hadi.
 


Istri dari pemilik café sempat tidak terima, saat botol kosong yang diamankan petugas Satpol PP dikatakan botol bekas minuman arak, ketika dicium. Di hadapan wali kota, ia mengaku membeli botol kosong di sebuah toko dan membantah kalau cafenya menjual miras. “Botol ini bekas diisi bensin eceran, bukan miras (Arak). Saya beli di toko botol kosong ini. Jangan bicara sembarangan,” ujarnya.

Petugas tidak meladeni amarah pemilik café dan botol kosong tersebut dibawa petugas sebagai barang bukti. Sementara itu, razia miras malam itu merupakan operasi gabungan Satpol PP Kota Probolinggo dengan Satpol PP Pemprov Jawa Timur, serta CPM. 

Razia dimulai dari Kampung Keles, belakang Lapas. Dilanjut, 2 Kios rokok dan kopi di Kelurahan Mayangan, 2 waruung di Jalan KH Abdul Axis, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.
 


Kemudian razia dilanjutkan di jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Lalu di café jalan Semeru, Rumah Singgah di dekat perempatan Laweyan, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan. Di rumah singgah dekat tugu masuk kota itu, petugas tidak menemukan tamu yang tak ber-KTP. “Upaya kami pencegahaan. Karena miras itu dampaknya luar biasa bagi peminumnya. Tindak kejahatan bermuara dari sana,” tandas Nur Arief Hidayat, Kasi Penyidikan pada Dinas Satpol PP Jawa Timur.

Pihaknya ikut razia di Kota Probolinggo, karena perintah Gubernur Jatim untuk keliling se Jawa Timur. Sebelumnya, 14 petugas Satpol PP dari Jatim tersebut melakukan hal yang sama di Mojokerto, lalu dilanjut ke Kota Probolinggo.

Hanya saja, ia tidak tahu, apakah hari ini akan melanjutkan perjalanan ke kota lain atau tidak. “Kami bergerak keliling selama Ramadan, sesuai perintah. Belum tahu besuk ke mana. Nunggu kontak dari pimpinan,” ujar Arif

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP setempat Agus Effendi yang turut dalam operasi membenarkan kalau razia malam itu diikuti Satpol PP dari Jatim. Terkait razia, Agus menyebut akan dilaksanakan setiap malam sampai menjelang lebaran. “Untuk menghormati bulan suci dan warga yang berpuasa. Di bulan suci wilayah kami harus bersih dari miras," katanya singkat.

Agus Salam

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top