Nemu HP, Kuli Bangunan Berurusan dengan Polisi, Bebas Bersyarat

Kapolres Probolinggo Kota memberikan Hp ke putri bungsu pasutri Ruman dengan Supriya (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kapolres Probolinggo Kota memberikan Hp ke putri bungsu pasutri Ruman dengan Supriya (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Ruman (40) kuli bangunan yang ditahan gara-gara menemukan Hp di Jalanan, akhirnya bisa menghirup udara bebas, Selasa (21/5) siang. Bapak tiga tersebut bukan dibebaskan, tetapi ditangguhkan atas permintaan Ruhaima, pemilik handphone.

Selasa sore, Ruman dikunjungi Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal di rumah tinggalnya, Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, kota setempat. Dalam kesempatan itu, kapolresta menyerahkan langsung sebuah hand phone sebagai hadiah Nadira (4) putri bungsu Ruman, disaksikan istrinya Supiyati (38) dan sanak keluarganya.

Hadiah tersebut ujar AKBP Alfian, diberikan ke keluarga Ruman melalui putri bungsunya, sebagai bentuk kepedulian. Mengingat, mereka tak memiliki Hp lagi, karena HP temuan bapaknya (Ruman) sudah dikembalikan ke pemiliknya. “Bentuk kepedulian saja. Barangkali bermanfaat buat keluarga pak Ruman,” tandas Alfian.

Kapolresta menyebut, Ruman tidak dibebaskan tetapi penahahnnnya ditangguhkan. Proses hukumnya tetap berjalan, karena kasus tersebut pidana murni, bukan delik aduan. Hanya saja, pemilik Hp tidak mempermasalahkan dan menerima permintaan Ruman. “Tujuan pemilik melapor, agar Hp-nya kembali. Bukan bermaksud yang menemukan hand phonenya ditahan,” tambahnya.

Sementara itu Ruman membenarkan, menemukan Hp android 6 bulan yang lalu dalam perjalanan membeli jangkrik ke pasar Babian atau Mangunharjo. Saat lewat jalan Tjut Nya’ Dien Pasar baru, ia melihat Hp jatuh dari pengendara yang ada di depannya. Ruman yang berada di belakangnya, seketika itu juga berhenti. Sebelum turun dari kendaraannya, tukang becak mengambil Hp itu dan menyerahkan ke dirinya. “Diserahkan ke saya. Mungkin dikira milik saya,” tandasnya.

Hp tersebut kemudian diterima Ruman dan ia melanjutkan perjalanan ke pasar babian, membeli jangkrik untuk burung piaraannya. Sesampainya di rumah, Hp temuannya ada yang menghubungi, namun tidak diangkat. “Empat kali berdering. Enggak tahu dari siapa. Enggak saya terima atau angkat. Enggak tahu kenapa tidak saya angkat,” ujar Ruman di rumahnya.

Setelah 2 bulan Hp temuan itu direstartkan atau diinstal ulang. Tujuannya, agar bisa dipakai main game oleh anaknya.  Disebutkan, kartu nomer di dalam Hp dibuang dan diganti dengan nomor baru. Tiba-tiba saat bekerja bangunan di utara PT Eratex Djaja, Ruman dijemput oleh seseorang dan dibawa ke polresta. “Enggak tahu, tahu dari mana kalau Hp yang hilang itu, ditemukan saya. Padahal, nomernya sudah saya buang,” tambahnya.

Atas kejadian tersbut, Ruman mengaku kapok dan akan memberitahukan ke polisi jika dikemudian hari menemukan sesuatu. Ia tidak ingin, kejadian serupa dialami lagi. Ruman juga mengimbau kepada warga, agar mengembalikan ke pemiliknya kalau menemukan sesuatu. Kembalikan saja kalau nemu sesuatu. Jangan seperti saya. Kalau tidak tahu pemiliknya, serahkan ke kantor polisi,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top