Menengok Suara Jokowi di Jatim, Ternyata Meningkat Dibanding Pemilu 2014

Jokowi asyik melayani masyarakat berfoto bersama dalam setiap acara di Jatim (Nana)
Jokowi asyik melayani masyarakat berfoto bersama dalam setiap acara di Jatim (Nana)

PROBOLINGGOTIMES, MALANG – Suara Jokowi di Jawa Timur (Jatim) menjadi bagian tak terpisahkan dari kemenangan paslon capres dan cawapres 01 ini. 

Walaupun saat ini Paslon 02 masih mencoba menguji hasil rekapitulasi suara nasional pilpres oleh KPU, Selasa (21/05/2019) lalu, ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dimana di hari sebelum pecah kericuhan, KPU mengumumkan hasil pilpres yang memenangkan capres petahana dengan keunggulan 16,9 juta suara dari rivalnya. 

Secara rinci, pasangan capres dengan nomor urut 01 meraih 85.607.362 suara atau 55,5% dari total suara yang sah. 

Sedangkan pasangan 02 sebanyak 68.650.239 suara atau 44,5%.

Kemenangan tersebut tidak lepas dari raihan suara di Jatim. 

Saat Jabar dimenangkan Prabowo-Sandiaga, Jateng yang basisnya PDI-Perjuangan tidak goyah dan Jatim yang menjadi benteng penentu kemenangan.

Seperti diketahui jumlah daftar pemilih tetap (DPT) tertinggi di Indonesia dipegang oleh Jabar dengan 33,3 juta. 

Di urutan kedua dipegang pemilih dari Jatim dengan jumlah 30,9 juta dan Jateng 27,9 juta.

Sedangkan suara provinsi lainnya di bawah 10 juta DPT.

Di Pulau Jawa inilah, Jokowi mengamankan dua provinsi paling gemuk DPT-nya. 

Boleh kalah di Jabar, tapi Jateng khususnya Jatim menjadi pembalik secara akumulatif kemenangan suara Prabowo tersebut.

Dilansir dari data katadata.co.id, suara di Jatim selain menang telak juga mengalami peningkatan dibandingkan pemilu 2014 lalu. 

Di tahun dimana Jokowi juga berhadap-hadapan dengan Prabowo, suara yang diraup 53,17 persen.

Meningkat secara kuat di pemilu 2019 menjadi 65,79 persen, atau meningkat 12 ,62 persen.

Jokowi meraup suara Jatim sebanyak 16,2 juta suara. 

Sedangkan Prabowo-Sandi mengumpulkan 8,4 juta suara atau 34,21%.

Khusus di Kabupaten Malang, Jokowi sikat habis suara masyarakat bumi Arema. 

Dimana, pasangan 01 memperoleh suara 1.179.241 sedangkan pasangan 02 memperoleh 386.001. 

Dengan jumlah suara sah sebanyak 1.565.242 dan suara tidak sah sejumlah 36.821. 

Jokowi-Ma'ruf secara telak dan mutlak memenangkan kontestasi pilpres di Kabupaten Malang dengan prosentase hampir 75 persen.

Nazmi Haddyat Tamara dari katadata menuliskan, dominasi poros Jokowi di Jatim sudah terlihat sejak Pemilihan Gubernur 2018. 

Saat itu, calon yang bertanding yakni Khofifah Indar Parawansa dengan Saifullah Yusuf merupakan kader PKB. 

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf yang didukung oleh PDIP dan PKB akhirnya kalah dari Khofifah yang didukung PPP, Golkar, dan Nasdem. 

"Di Jatim, partai pengusung 02 tidak punya alternatif calon. PKS dan Gerindra memilih bergabung ke Gus Ipul. Sedangkan PAN dan Demokrat mengusung Khofifah. Alhasil, siapapun yang menang dalam Pilgub, yang paling diuntungkan adalah poros Jokowi pada Pilpres 2019," lanjut Nazmi.

Kemenangan Jokowi di Jatim juga melambungkan partai pengusung Jokowi.

Dimana secara agregat, perolehannya mencapai 69,51 persen. Perolehan ini disokong oleh PDIP dengan suara 19,57 persen dan PKB dengan suara 19,02 persen. 

Di sisi lain, partai  pendukung 02 hanya mampu mendulang 30,13% suara. 

Gerindra meraih 10,91 persen dan sisanya partai pendukung 02 hanya memperoleh kurang dari 8% suara.

Sedangkan untuk suara nasional, Jokowi-Ma’ruf unggul di 21 provinsi dan Prabowo 13 provinsi.

Dimana persentase kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf paling besar berada di Provinsi Bali, yakni 91,68 persen atau sebanyak 2.351.057 suara. 

Sebaliknya, pasangan nomor urut 02 meraup suara enam kali lipat besarnya dibandingkan paslon 01 di Sumatera Barat.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top