Warga Arjowinangun Heboh Karena Kepulan Asap Tebal

Kepulan asap yang muncul dari kebaran kertas (istimewa))
Kepulan asap yang muncul dari kebaran kertas (istimewa))

PROBOLINGGOTIMES, MALANG – Warga Jalan Tutut, Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sekitar pukul 14.20 wib tadi (10/6/2019), dikejutkan dengan kepulan asap dari sebuah gudang penyimpanan kertas yang ada di kawasan tersebut.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar lokasi. Saat itu, bermula warga yang melihat kepulan asap yang membumbung tinggi. Setelah itu, warga kemudian berinisiatif melakukan pengecekan menuju sumber asap.

Saat dicek, warga terkaget mengetahui jika api sudah semakin membesar membakar tumpukan kertas. Warga yang panik, kemudian tanpa pikir panjang berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Meskipun sudah berupaya keras, api tetap tak bisa dipadamkan. Sampai akhirnya, tak lama kemudian, enam unit mobil pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api.

Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Damkar Kota Malang, Antonio Viera menjelaskan, jika api sebelumnya memang sedikit sulit dikendalikan. Sebab material kertas di sekitar begitu mudah terbakar, sehingga hal itu menyulitkan petugas.

Meskipun kobaran api sudah padam, namun kepulan asap masih saja mengepul, karena di bawah tumpukan kertas masih terdapat bara api yang menyala.

"Petugas akhirnya menyimpan seluruh tumpukan kertas agar tidak mudah merembet," jelasnya

Dari kesulitan itu, untuk memadamkan bara api yang berada di bawah tumpukan kertas, petugas dibantu dengan sebuah mesin buldoser untuk mengurai tumpukan kertas dan kemudian langsung menyiram bara api yang masih menyala.

H Nahrowi, (52) pemilik lokasi penyimpanan kertas tersebut menjelaskan, jika ia sendiri belum mengetahui sebab-sebab terjadinya kebakaran yang menimpa lokasi penyimpanan kertas miliknya.

"Saya tahunya dapat kabar dari warga jika ada kebakaran," bebernya

Sementara itu, hingga kini masih belum diketahui jelas penyebab terjadinya kebakaran. Beruntung kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun akibat lebarkan itu, kerugian yang diderita pemiliknya mencapai Rp 500 juta. 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top