Puluhan Motor Brong Diamankan saat Malam Takbiran, Bisa Diambil, Asalkan...

Kapolresta saat memeriksa dan melihat sepeda motor hasil razia malam takbiran  (Agus Salam.Jatim TIMES)
Kapolresta saat memeriksa dan melihat sepeda motor hasil razia malam takbiran (Agus Salam.Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Puluhan sepeda motor dari berbagai jenis dan merek diamankan Polres Probolinggo Kota. Tak hanya knalpot brong, sepeda motor yang protolan juga turut diamankan di malam takbiran. Sepeda motor yang dimaksud, hingga kini diparkir di halaman polresta.

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal menyebut, kendaraan yang diparkir berjejer itu, bisa diambil kapan saja. Asal pemiliknya melengkapi spare part yang diprotoli serta mengganti knalpot brong dengan knalpot asli. Begitu juga dengan roda atau velg serta ban yang berukuran kecil, harus dikembalikan ke standart.

Hal tersebut disampaikan kapolresta, Selasa (11/6) sore di mapolresta. Menurutnya, pemilik motor dipersilahkan mengambil motornya. Tak hanya membawa kelengkapan surat dan SIM, mereka juga diwajibkan membawa kelengkapan lainnya. Seperti, knalpot dan roda asli serta  spare part lainnya. “Sebelum dibawa pulang, sepeda motor harus dikembalikan ke standartnya,” tandasrnya.

Pemilik, harus membawa alat sendiri dari rumahnya karena Polresta tidak menyediakan. Bagi mereka yang tidak bisa mengembalikan motornya ke standart, bisa membawa atau menyewa bengkel. Setelah sepeda motor dikembalikan ke standart, pemilik bisa membawa kendaraan roda duanya. “Dikembalikan dulu ke standartnya. Baru bisa dibawa pulang,” tambahnya.

Selama hal tersebut tidak dilakukan, jangan harap pemilik bisa membawa kendaraannya. Meski mereka telah menunjukkan kelengkapan surat-suratnya termasuk SIM. Alfian bersikap demikian, untuk menekan angka kecelakaan dan demi ketentraman warga. “Malam lebaran itu, Umat muslim takbiran. Kok malah dibisingkan dengan bunyi knalpot brong. Hormatilah mereka yang takbiran,” katanya.

Selain itu, kendaraan apapun jenisnya, jika tidak standart pabrik, maka rawan kecelakaan. Disebutkan, penyebab kecelakaan selain karena tuidak mentaati rambu lalu lintas dan kelalaian pengemudi, kecelakaan banyak disebabkan kendaraan protolan alias tidak standart. “Kan lebih nyaman berkendara motor standart daripada yang protolan seperti ini. Ini kan tidak imbang antara roda dengan bodi,” tandas Alfian sambil menunjuk sepeda motor yang menggunakan ban berukuran kecil.

Dijelaskan, puluhan sepeda motor yang terjaring dalam operasi ketupat tersebut, adalah sepeda motor yang tidak standart. Mereka terjaring petugas di sejumlah ruas jalan di wilayah hukum Polresta. “Operasi kita tidak menetap disatu tempat, tetapi hunting sistem. Petugas berkeliling. Dan jika menemukan kendaraan protolan dan kenalpot brong serta pengendaranya tak mengenakan helm, dihentiikan oleh petugas,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top