Mayat Perempuan di Wiroborang Bukan Dibunuh, Meski Berdarah

Saat jasad korban  hendak dibawa ke RSUD dr Muhammad Saleh, Kota Probolinggo (foto:  Salam/JatimTIMES)
Saat jasad korban hendak dibawa ke RSUD dr Muhammad Saleh, Kota Probolinggo (foto: Salam/JatimTIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Dipastikan, meninggalnya Sukimah (52) RT 2 RW 3 Jalan Saman Hudi, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, bukan dibunuh. Tetapi lebih disebabkan karena penyakit hipertensi dan jantung yang dideritanya, kambuh. 

Bercak darah di lantai dekat lengannya, akibat terjatuh. Kepastian itu disampaikan Kapolsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota Kompol Firman, Minggu (16/6) di sela-sela acara color run di alun-alun kota. Hal tersebut berdasarkan hasil visum RSUD dr Muhammad Saleh, kota setempat. Ditambahkan, korban memiliki penyakit hipertensi (darah tinggi) dan jantung.

Menurutnya, janda yang ditinggal suaminya 40 hari lalu itu diketahui tidak bernyawa, Sabtu (15/6) sekitar pukul 19.30. Korban ditemukan tengkurap di atas lantai di kamarnya. Sukinah ditemukan kakak iparnya Sukamah, yang rumahnya berdempetan.  “Ditemukan kakak iparnya. Di kamar tidur depan. Posisi korban, tengkurap,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu (15/6) sekitar pukul 19.30, di RT 2 RW 3 Jalan Saman Hudi, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, mendadak ramai. Sukimah, salah satu warga setempat ditemukan tewas di kamar tidurnya. Perempuan yang tinggal sendirian di rumah sederhana itu, ditemukan dalam posisi tengkurap.

Warga yang menemukan pertama kali, Sukamah yang masih saudara ipar perempuan korban. Petang itu, perempuan yang tinggal rumahnya satu pekarangan (Halaman) dengan korban, mendatangi rumah korban. Sukamah hendak menanyakan, mengapa jemurannya hingga malam tidak diambil. “Saya mau ngasih tahu jemurannya, belum diambil,” tandasnya.

Karena korban tidak menjawab dipanggil beberapa kali, akhirnya, Sukamah mendatangi rumah korban di sisi timur rumah tinggalnya. Saksi kaget saat hendak masuk ke kamarnya melihat adik iparnya tengkurap tak bergerak. Ia tidak berani masuk, apalagi saksi melihat darah di sekitar lengan korban. Sukamahpun memberitahukan ke keluarga lain, termasuk Suwarno Ketua RT 2 RW 3.

Sukamah tidak tahu pasti, mengapa korban meninggal mendadak. Padahal, sore harinya masih tampak sehat. Ia menyebut, adik iparnya sudah lama sembuh dari penyakit syaraf. Karena saat ditanya apakah korban pernah sakit? Sukama menggelengkan kepala. “Enggak sakit. Dulu sakit syaraf, tapi sudah lama sembuh,” pungkasnya.

Tak lama kemudian, tim identivikasi Polresta tiba di lokasi kejadian. Seluruh warga yang mendekati rumah korban dihalau dan dipasangi garis polisi. Beberapa saat kemudian, jasad korban diangkut ambulan ke kamar mayat RSUD dr Muhammad Saleh, kota setempat. Warga yang berkerumun di lokasi kejadian, membubarkan diri, begitu ambulan meninggalkan rumah korban.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top