Sapu depan Toko Malah Jadi Korban Jambret

Korban Jambret Aliyah saat memperagakan aksi penjambretan di depan toko pracangannya (Agus Salam/Jatim TIMES)
Korban Jambret Aliyah saat memperagakan aksi penjambretan di depan toko pracangannya (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Hati-hati kalau nyapu di jalan depan rumah, bisa-bisa bernasib sama seperti Aliyah (67). Perempuan yang tinggal di Jalan Abdul Hamid, RT 3 RW 1, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo itu, menjadi korban jambret, Senin (17/6) pagi.

Akibatnya, kalung emas seberat 26 gram yang dibelinya 10 tahun yang lalu Rp 10 juta, amblas. Setelah berhasil menarik kalung di leher korban, pelaku yang datangnya dari utara itu, kabur ke arah selatan. 

Ditemui di rumahnya, korban Aliyah yang memiliki 6 anak ini menceritakan pengalamannya didatangi penjambret. Pagi itu sekitar pukul 07.00, Aliyah nyapu lantai teras toko klontongnya. Tak lama kemudian ia mendengar sepeda motor berhenti di dekatnya. Kemudian pria yang mengendarai sepeda motor FU (Satria) memegang pundak korban bagian belakang, dekat leher.

Pria berjaket hitam tersebut lalu memutar badan korban berlawanan dengan arah jam. Dikira bercanda atau bergurau, korban mengikuti tangan pelaku yang bergerak memutar tubuh korban. Begitu pelaku berhasil melepas kalung korban dengan cara ditarik, langsung tancap gas ke arah selatan. “Saya kira bercanda. Aku sadar setelah orang itu kabur. Tak pegang kalung saya, sudah tidak ada,” tandasnya.

Saat itu juga, pemilik toko pracangan berteriak minta tolong sekerasnya. Mendengar teriakan ibunya, Puji Lestari putri kelima korban keluar dan berteriak maling juga. Spontan warga sekitarpun berhamburan keluar rumah mendekati lokasi penjambretan. “Ciri-cirinya pelaku pakai jaket hitam berhelm. Plat nomor sepeda motor pelaku, enggak liat. Penglihatan saya kabur,” tambah Aliyah.

Usai kejadian, Aliyah tidak melapor, tetapi masuk ke kamarnya dan langsung tidur dan bangun sekitar pukul 11.30 siang. Ia membenarkan, kalau belum melapor penjambretan yang dialaminya. Rencananya, korban akan melapor dan meminta antar salah satu anaknya. “Belum, kami belum melapor. Ya, mau laporan, tapi masih nunggu anak,” pungkasnya.

Sedang Puji Lestari mengaku, sempat melihat pelaku yang sendirian mengendarai sepeda motor Suzuki Satria warna biru. Hanya saja, ia tidak mengejar pelaku, karena saat itu tidak ada sepeda motor. “Saya lihat pelakunya. Pakai sepeda motor biru. Kalau saya kejar, pasti kena. Enggak, saya nggak ngejar. Soalnya tidak ada sepeda motor di sini,” katanya sambil menunjuk depan toko ibunya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top