Harga Daging Ayam Naik di Probolinggo Merangkak Naik

Pedagang ayam potong di Pasar Baru Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Pedagang ayam potong di Pasar Baru Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Setelah beberapa waktu lalu sempat dropsot alias jatuh, kini harga daging ayam merangkak naik. 

Diperoleh informasi, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional, Kota Probolinggo Rp 32 ribu per kilo gram.

Menurut sejumlah pedagang, harga daging broiler mencapai Rp32 ribu sejak, Rabu (3/7). 

Penyebabnya, persediaan atau stoknya sudah normal, tidak seperti sebelumnya yang berlimpah. 

Akibatnya, pecan sebelumnya harganya jatuh hingga pada angka Rp18 ribu.

Seperti yang diungkap salah satu pedagang Pasar Baru Erni, Kamis (4/7) siang. Disebutkan harga ayam potong saat ini berada dilevel Rp32 ribu. 

Jauh dibanding harga sepekan setelah lebaran yang jatuh hingga Rp18 ribu per kilonya. 

Paska harga ayam terjun bebas, beberapa hari setelahnya merangkak naik.

Kenaikannya, rata-rata Rp 1 hingga Rp 2 ribu setiap hari. Sehingga harga yang sebelumnya Rp 18 lambat laun naik menjadi Rp32 ribu. 

Hanya saja, Erni tidak mengetahui pasti penyebabnya. Yang jelas menurutnya, karena stok kembali normal. 

“Kalau setelah lebaran, kan stok melimpah. Jadi harga naik,” tandasnya.

Saat harga anjlok itulah, masyarakat banyak membeli ayam, sedang persediaan atau stok tetap alias tidak bertambah. 

Dampaknya, harga ayam terus naik setiap hari hingga mencapai Rp32 ribu. Dimungkinkan, lanjut Erni, jika jumlah pembeli sama, sementara stok berkurang, maka harga akan terus naik. 

“Kurang tahu, apa besok naik. Kalau memang harga kulak naik, karena permintaan naik, ya harga jual kami naikkan,” tandasnya.

Hal senada juga diungkap Mistaya, pedagang daging ayam Pasar Baru. Ia menjual daging Rp 32 ribu, lantaran harga kulaknya naik. 

Menurutnya, setiap hari harganya naik sehingga mau tidak mau, ia juga menaikkan harga jual ke pembeli. 

“Kami dapat ayam hari Pedagang besar atau pengepul. Ya, memang setiap hari naik. Katanya, stok berkuranga.

Sementara itu, Erlita salah satu pembeli mengiyakan, kalau harga ayam terus merangkak naik.  

Menghadapi hal tersebut, Erni yang memiliki warung nasi mensiasati dengan mengurangi ukuran daging ayam yang dijual diwarungnya.

“Ya, benar naik. Supaya kami tidak rugi, ukuran daging kami kurangi. Pengurangannnya disesuaikan dengan harga ayam. Kalau harganya dinaikkan, warung saya sepi. Yang makan pada kabur,” ujar Erlita singkat. 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top