Mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat Bocorkan Kriteria Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Djarot Saiful Hidayat (berdiri di podium) saat hadir dalam Konfercab Serentak PDI Perjuangan yang digelar di Hotel Savana Kota Malang, Minggu (7/7/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Djarot Saiful Hidayat (berdiri di podium) saat hadir dalam Konfercab Serentak PDI Perjuangan yang digelar di Hotel Savana Kota Malang, Minggu (7/7/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

PROBOLINGGOTIMES, MALANG – Sederet nama tokoh kenamaan di Indonesia akhir-akhir ini banyak diperbincangkan bakal masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Mereka berasal dari kalangan akdemisi, profesional, hingga kader partai politik. 

Meski begitu, belum dapat dipastikan nama yang santer diperbincangkan itu akan benar-benar menjadi menteri dalam periode kedua pemerintahan Jokowi.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyampaikan partai sepenuhnya menyerahkan urusan kabinet kepada Jokowi. 

Karena menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut Jokowi sudah memiliki pengalaman lebih dalam menyusun kabinet sebagaimana pembentukan kabinet kerja pertama yang telah dibentuk.

"Kabinet sepenuhnya hak dari Pak Jokowi. Beliau pasti memiliki pertimbangan, karena sudah ada pengalaman sebelumnya. Dulu waktu kabinet awal belum ada pengalaman sehingga terjadi bongkar pasang, kalau sekarang saya rasa akan lebih berani lagi," jelasnya pada wartawan saat hadir dalam Konfercab Serentak PDI Perjuangan yang digelar di Hotel Savana Kota Malang, Minggu (7/7/2019).

Lebih jauh Jarot menjelaskan, Jokowi pasti akan memilih sosok yang memiliki integritas tinggi serta kemampuan bekerja yang baik. 

Selain itu juga sosok yang mampu berkomunikasi dengan baik. 

Karena dalam masa kepemimpinan keduanya ini,  Jokowi tentu ingin ada warisan yang bisa ditinggalkan dalam pembangunan Indonesia.

"Pak Jokowi pasti inginnya meninggalkan warisan yang baik dan 2024 nggak nyalon lagi. Indonesia harus dibangun dalam ideologi Pancasila, supaya 2024 I7ndonesia berdaulat pangan, energi, dan lain sebagainya. Itu sebabnya UMKM digerakkan serta infrastruktur dibangun," imbuhnya.

Sementara berkaitan dengan Konfercab Serentak PDI Perjuangan yang berlangsung di Kota Malang, Jarot menjelaskan kegiatan tersebut menjadi momen evaluasi sekaligus menguatkan organisasi. Terlebih pada Pemilu 2019 ini PDI Perjuangan mampu mendominasi dan menempati posisi  pertama.

"Sejak setelah tahun 1999 PDI Perjuangan di zona dua selalu di nomor dua dan baru tahun ini menempati posisi pertama," terangnya.

Sehingga, lanjut Jarot, ke depan ia berharap kader yang berhasil menang tidak menilainya sebagai kemenangan individu. Melainkan menjadi wujud dari kerjakeras dan gotong royong bersama. Sehingga ke depan harus bekerja dengan baik dari tingkat paling bawah sampai atas untuk rakyat.

"Dan tahun depan kita dihadapkan Pilkada. Secara nasional kami targetkan kemenangan Pilkada 60 persen," tutupnya.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top