Mengenaskan, Kolam Kotor dan Menghijau di Taman Maramis

Salah satu kolam di Taman Maramis Kota Probolinggo yang kotor dan airnya menghijau (Agus Salam/Jatim TIMES)
Salah satu kolam di Taman Maramis Kota Probolinggo yang kotor dan airnya menghijau (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – PROBOLINGGO- Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Taman Maramis, di jalan AA Maramis, Kota Probolinggo, terlihat tak terawat. Dua kolamnya yang berlokasi di sisi barat jalan, keruh dan nyaris tidak ada airnya. Air mancur yang yang berada di tengah kolam, semprotannya melemah, bahkan terkadang mati.

Kondisi seperti itu disayangkan, salah satunya Didik (39) salah satu warga, yang berkunjung ke Taman Maramis, Minggu (14/7) pagi bersama keluarganya. Ia berharap, pemkot lebih serius menangani RTH Maramis. Meski tidak setiap hari diisi air, diusahakan air kolam tidak kotor dan lumutan. Berwarna hijau.

Selain tidak menyehatkan, juga tidak sedap dipandang. Soal air mancur di tengah kolam Didik berharap, diperbaiki. Air mancur tersebut diusahakan hanya siang saja hidup dan dimatikan saat malam hari. Tujuannya, untuk menghemat biaya dan memperpanjang usia sarana dan prasarana pendukung air mancur. “Biar siang saja mancur. Kalau malam tidak perlu. Kan sepi dan tidak kelihatan,” harapnya.

Tentang tanaman rumput, pemkot harus memasang larangan menginjak rumput. Agar rumput tetap hidup dan menghijau. Saat ini, tak ada satupun larangan, sehingga pengunjung tidak hanya menginjak, tetapi bermain di atas rumput. Bahkan pengunjung menggelar alas untuk tempat duduk. “Ya pasti mati kalau caranya seperti itu. Mestinya mereka duduk di lahan yang tidak ada rumputnya,” ujarnya.

Terpisah, kepala Dinas Lingkingan Hidup (DLH) Budi Kristanto mengatakan, saat ini pembangunan rehabilitasi Taman Maramis, sudah dimulai. Selain memperbaiki sarana dan prasarana seperti fisik yang rusak, pihaknya akan menambah lampu penerangan jalan dan dalam taman. Mengingat, jika dibiarkan remang-remang, dimungkinkan tindak kriminal masih ada.

Selain itu untuk mengantisipasi taman Maramis dijadikan tempat mabuk-mabukan dan perilaku tak mendidik lainnya. DLH juga akan membuat sarana edukasi seperti taman lalu lintas bagi anak. Dilengkapi dengan rambu lalu lintas dan mini traffic lights serta zebra cros. “Ya, sebagai sarana belajar tentang lalu lintas. Tertib lalu lintas diperkenalkan sejak usia dinia,” katanya.

Tak hanya itu, kolam dan kamar mandi atau toilet, yang dikeluhkan warga, juga akan diperbaiki. Saat ditanya, apakah ada petugas penjaga ? Bapak yang sering disapa Budikris ini mengaku, secara khusus belum ada. Namun, pemantauan dan pengawasan, kewenangan Dinas Satpol PP. “Satpol PP yang bertugas memantau dan mengawasi. Kalau penjaga malam seperti waker, belum ada,” aku Budikris.

Mengenai anggaran yang digelontorkan, mantan Asisten Perkonomian dan Pembangunan itu, enggan berkomentar. Sebab, untuk urusan rehabilitasi taman yang dikelolanya, kewenangannya ada di Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. “Saya enggak hafal dananya. Sampaian tanya ke Dishub saja. Kerena soal pembangunan, kewenangan dishub,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top