Harga Cabai Semakin Pedas

Salah satu pedagang cabai di Pasar Baru Kota Probolinggo (Agus Salam/JatimTIMES)
Salah satu pedagang cabai di Pasar Baru Kota Probolinggo (Agus Salam/JatimTIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Harga cabai rawit di sejumlah pasar Kota Probolinggo, makin pedas. Cabai kecil merah yang sebelumnya ada di kisaran Rp 60 ribu, naik menjadi Rp 65 ribu. Bahkan ada yang menjual sampai Rp 70 ribu per kilonya, tergantung kwalitas dan kondisi cabai.

Tak hanya cabai rawit, cabai besar juga ikut-ikutan naik. Cabai besar merah yang sehari sebelumnya Rp 45 ribu, naik menjadi Rp 50 ribu. Sedang yang hijau, dari Rp 35 ikut naik menjadi Rp 40 sampai Rp 45 per kilonya. Sementara harga kebutuhan lainnya seperti tomat dan bahan sayur lainnya, meski ikut naik namun masih wajar.

Naiknya harga sayur berasa pedas tersebut diungkap Manis dan Nyonya Munir, penjual aneka macam sayur dan rempah di Pasar Baru, Selasa (16/7) siang. Manis menyebut, setiap hari cabai rawit dan besar naik rata-rata Rp 5 ribu. Harga dinaikkan, karena harga kulaknya memang naik. “Kami naikkan harganya. Karena memang kulaknya naik,” tandasnya.

Naiknya cabai, juga diikuti turunnya pembeli. Disebutkan, tak hanya jumlah pembeli yang turun, jumlah cabai yang dibelipun turun. Pemilik warung besar yang 2 hari sekali membeli 1 Kg cabai, turun hanya beli 1 Kg bahkan, kurang. “Omzet penjualan kami juga menurun. Ya, karena harga naik,” ujar Manis tanpa menyebut omset  penjualan setiap harinya.

Hal senada juga diungkap Nyonya Munir. Pedagang asal Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran tersebut memperkirakan, harga cabai naik terus karena jumlah atau ketersediaannya berkurang. “Sepertinya petani belum panen cabai. Sehingga ketersediaan cabai berkurang, Jadi harga pasti naik,” katanya.

Kedua pedagang ini berharap, pemmerintah turun tangan, agar harga tidak naik setiap hari. Paling tidak, harga tetap alias tidak turun dan tidak naik. Caranya, lanjut keduanya pemkot mencarikan cabai di luar daerah. “Ya, semacam operasi pasar lah. Menjaga ketersediaan cabai di pasaran,” pungkasnya.

Terpisah, Gatot Wahyudi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) setempat membenarkan kalau harga cabai saat ini di pasaran tinggi. Atas kejadian tersebut pihaknya belum bisa berbuat apa-apa. “Kami masih akan koordinasi dengan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur. Ya membahas soal ini,” tandasnya.

Ia mengatakan, harga cabai menjadi mahal karena saat ini belum musim alias petani belum panen. Harga akan normal kembali, di bulan September. Karena menurutynya, di sejumlah wilayah seperti Lumajang dan Jember, cabai sudah bisa dipetik. 

“Jember dan Lumajang mulai panen cabai, September. Di bulan itu, lambat laun, harganya akan turun,” pungkasnya.

Agus Salam

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top