Lagi, Penegak Perda Probolinggo Peringatkan Kedai Mie Asal Malang

Petugas Satpol PP saat mendatangi kedai Mie Gacoan di Jalan Suroyo Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Petugas Satpol PP saat mendatangi kedai Mie Gacoan di Jalan Suroyo Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (6/8) pagi, kembali mendatangi Warung atau Kedai Mie Gacoan di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo. Tujuannya, meminta kedai aneka mie yang berpusat di Kota Malang tersebut, menghentikan aktivitasnya. Karena belum mengantongi izin dari Pemkot Probolinggo.

Penghentian kedua kali aktivitas kedai tersebut dibenarkan Kasi Ops pada Satpol PP Hendra Kusuma. Dikatakan, pukul 09.00, pihaknya bersama anggotanya kembali mendatangi kedai mie tersebut. Tujuanya mengingatkan pengelola untuk menghentikan aktivitasnya dan tidak boleh beraktivitas lagi hingga izinnya, keluar. “Kami datangi tadi. Memberi tahu agar tidak beraktivitas dulu,” terangnya.

Ia membenarkan, kalau pihak pengelola memiliki ijin dari OSS, namun izin tersebut tidak berlaku, sebelum izin dari pemkot selesai. Jika pengelola memaksa dan tetap beraktivitas dengan alasan telah memegang izin dari OSS, pihaknya tetap akan melakukan penghentian. “Jika masih mokong tetap berakitivitas, sesuai prosedur kita kirimi surat teguran hingga tiga kali sebelum ditutup,” tambahnya.

Disinggung masalah Toko Modern (indomaret) yang sudah berdiri di jalan Suroyo, Hendra mengatakan, pihaknya tidak menerima surat untuk melakukan penertiban. Dengan demikian, diduga izin untuk toko modern tersebut tidak ada masalah. “Kami tidak menerima surat penertiban. Mungkin izinnya sudah lengkap,” pungkasnya.

Sementara itu Sitrin Sugiarto Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menegaskan, mie gacoan tidak memiliki IMB. Bahkan hingga saat ini belum ada pengelola kedai tersebut mengurus IMB. “Belum ada IMB-nya. Belum mengurus kok,” tandasnya.

Terpisah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat Agus Rudianto Ghaffur, mengaku belum membaca secara detail Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW). Namun menurutnya jika izinnya sudah lengkap, tidak ada masalah kedai tersebut beroperasi. Seperti Toko Modern di selatannya. “Kita taat pada aturan saja,” tandasnya.

Mengenai jalan Suroyo ditetapkan sebagai kawasan Kota Pusaka, Rudi mengaku belum tahu secara detail. Sehingga, ia belum mengetahui bangunan apa saja yang tidak boleh berdiri di kawasan kota pusaka tersebut. “Kami belum tahu detail soal itu. Kalau memang tidak boleh berdiri rumah makan atau toko, ya jangan diberi izin. Harus diatur secara tekhnis,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top