Anak Gugat Orang Tua Soal Warisan Digelar di Pengadilan Negeri Probolinggo

Annete, penggugat ibunya didampingi PH-nya dalam persidangan kasus perdata yang dilaporkannya di PN Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Annete, penggugat ibunya didampingi PH-nya dalam persidangan kasus perdata yang dilaporkannya di PN Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Kasus anak gugat orang tua kandungnya sendiri digelar di Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo, Rabu (7/8) siang. Sidang perdana dengan hakim ketua Eva Rina Sihombing dan hakim anggota Sylvia Yudhiastika dan Isnaini Imroatus tersebut berlangsung singkat.

Pasalnya, kedua pihak sepakat melakukan mediasi setelah menerima saran dari majelis hakim dan hakim Sylvia Yudhiastika sebagai mediator. Belum diketahui hasil mediasi, sebab hingga Rabu (7/8/2019) sore mediasi masih berlangsung. Sedang sidang lanjutan akan digelar setelah pihak yang bertikai ada kesepatan.

Sementara  dalam sidang yang berlangsung sekitar 5 menit itu dihadiri penggugat, Annete Sugiharto (40) didampingi penasehat hukumnya Muhammad Huna. Sementara tergugat hanya dihadiri penasehat hukunya yakni, Djando Gadhohoka. Sedang tergugat tidak hadir. Orang tua yang digugat anaknya itu Meliana Anggreini (68) warga Jalan Gatot Subroto, yang tak lain orang tua perempuan Annete.

Tergugat tinggal di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Selain ibunya, Annete juga menggugat kakak kandungnya Julisu Sugiharto (42) anak pertamanya dan adiknya Trifena Sugiharto anak ketiga Meliani Anggraeni. Tak hanya itu, turut tergugat Notaris Dwiana Juliastuti dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Probolinggo.

Melalui penasehat hukumnya Annete Sugiharto mengatakan, dirinya menggugat orang tuanya sendiri, kakak dan adiknya, setelah mengetahui lahan dan rumah yang ditempati saat dirinya masih kecil hingga dewasa (Sebelum Nikah) berganti nama ibunya. Padahal, sebelumnya lahan seluas 984 meter persegi tersebut Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama ayahnya almarhum Eddy Lok.

suasana persidangan kasus perdata anak gugat orang tua di PN Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

Disertifikat yang baru tersebut lanjut, M Huna, nama kliennya tidak tercantumPadahal Annete anak sah pasangan suami istri (Pasutri) Eddy Lok dengan Meliana Anggreini. Dijelaskanan, peralihan nama SHGB berdasarkan akta no 34 yang dibuat notaries Dwiana Juliastuti. “Annete tidak dimasukkan sebagai ahli waris. Padahal, dia anaknya. Notaris hanya memasukkan 2 anak Meliani Anggreini,” bebernya.

Ditanya, kliennya pernah menolak diberi waris dibantah oleh M. Huna. Menurutnya, tidak benar jika klienya telah membuat surat penolakan. Kliennya menolak kalau rumah dan pekaranganmya dijual. 

“Tidak benar. klien saya tidak pernah membuat surat keterangan penolakan pemberian ahli waris. Ia menolak kalau rumahnya dijual. Kalau ditempati ibu dan 2 saudara kandungnya, tidak masalah,” bebernya.

Sementara itu diperoleh kabar, mediasi belum membuahkan hasil. Para pihak tergugat tidak ada yang hadir. hanya kuasanya saja. “Jadi mediasi ditunda sampai tanggal 13 Agustus. Para pihak diminta menyampaikan resume saat mediasi lagi. Sementara penggugat menuntut 3 hal yakni, penggugat meminta dimasukkan sebagai ahli waris. Kedua, akta nomor34 yang dibuat para tergugat dicabut.

Terakhir, SHGB yang semula atas nama ayah Annete, yang telah berubah nama para tergugat, diperbaiki. Nama klien saya harus dimasukkan sebagai sebagai ahli waris,” katanya .

Sementara itu Djando Gadhohoka, penasehat hukum para tergugat berharap, mediasi menemui titik temu. Menurutnya, munculnya gugatan lantaran anak atau puti kedua kliennya tidak kebagian waris. 

Kliennya tidak memasukkan Anneta sebagai ahli waris, karena tahun 2004, Annete pernah membuat surat pernyataan menolak waris. “Ada kok suratnya. Kalau memang disangkal, kami buktikan nanti dipersidangan,” tandasnya.

Annete tidak diakui sebegai anak oleh ibunya, karena pernikahan sengan seorang pria tidak disetujui ibunya. Bahkan hingga usia pernikahannya sekitar 14-15 yang bersangkutan bersama suaminya, tidak pernah menjenguk, bahkan kabarnyapun tidak terdengar. Annete pulang menemui ibunya, setelah mendengar kalau lahan dan rumah orang tuanya mau dijual. 

“Ibunya sudah tidak mau. Karena sebelumnya penggugat menolak alias tidak akan meminta warisan. Jadi, penggugat sudah tidak dianggap anaknya. Karena menentang ibunya,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top