Kepala Gudang Ajak Empat Anak Buahnya Curi Isi Gudang

Kanit Reskrim Polresta Probolinggo AKP Nanang Fendi Dwi Susanto menenyai pelaku penggelapan dalam jabatan saat rilis (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kanit Reskrim Polresta Probolinggo AKP Nanang Fendi Dwi Susanto menenyai pelaku penggelapan dalam jabatan saat rilis (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Dalam rilisnya kapolresta menyebut, pihaknya juga berhasil mengamankan 5 tersangka pelaku penggelapan dalam jabatan. Empat di antaranya, karyawan gudang Toko Cendrawasih di Jalan Brantas, Kelurahan Poilang, Kecamatan Kademangan. Sedang 1 tersangka penadah atau pembeli dari barang yang diambil dari gudang tersebut.

Mereka adalah,  Meilany (43) warga Jalan WR Soeptarman RT 04 RW 06  Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan . Rio Ardiyanto (27) Dusun Bukalan, Desa  Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo atau jalan KH Hasyim   Kelurahan Curahgrinting. Subiyantoro (34)  alamat Jalan KH Hasan Bayusari ERT 05 RW 03 Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan kanigaran.

Selanjutnya, M Rosul alias Samsul (34) warga Komplek Sido Topo Dipo Selatan 3 Nomor 7 RT 09 0-4 Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Sedang alamat tempat tinggal Dusun Pendil, Desa Garungan Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Sedang Junaidi  (33) warga Dusun Triwung, Desa Temburan, RT 10 RW 03, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, tersangka penadah.

Disebutkan, aktor pelaku adalah Meilany (43), kepala gudang toko alat-alat rumah tangga. Ia meminta bantuan atau menyuruh 3 anak buahnya Rio Ardiyanto (27) Subiyantoro (34) dan M Rosul alias Samsul (34) mencuri dan mengantarkan alat-alat dapur ke Junaidi di sebuah tempat. “Tiga kali mencuri, akhirnya ketahuan pemiliknya, 4 Juli lali sekitar pukul 14.30,” tandas kapolresta.

Ketiga pelaku plus penadah menurut Alfian,  ditangkap sendiri oleh pemilik toko, saat memindah barang dari mobil toko ke kendaraan roda 4 milik Junaidi penadah. Lokasi ditemukannya aksi pencurian disebuah tempat wilayah Kademangan. Pemilik kemudian menghubungi polresta dan sejumlah petugas kemudian mendatangi lokasi penangkapan.

“Melani kami bawa dari gudang tempatnya bekerja.,” kata kapolresta.

Aksi mereka ketahuan, setelah pemilik toko mencurigai, ada yang tidak beres dengan jumlah barang yang ada di gudangnya. Menurut Alfian, barang yang diangkut kendaraan terbuka tersebut, untuk dijual ke penadah. “Pengambilan barang untuk diantar ke toko jumlahnya ditambah. Kelebihan itu kemudian dijual ke penadah Junaidi. Jadi jumlah barangnya dilebihkan,” tambahnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, 1 unit mobil atau kendaraan roda 4 bak terbuka bernopol L 8209  GH, berikut STNK 2 nota pembelian toko Laut Gede, 1 Juli 2019 dan 2 nota pembelian toko 49, tertanggal 28 Juni 2019. Barang gudang diantaranya, 12 lusin toples Mika 0,5 Kg  12 lusin helas HSSP 24 lusin baskom metalik plastic 120 baskom plastic kuping 18 2 dandang bakso 40 alumunium 10 set rak sepatu junior susun 51 dus mangkok. 

“Penagah kami jerat  480  KUHP  dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun. Sedang 4 tersangka pekerja gudang barang milik Toko Cendrawasih, kami jerat pasal 372 jo pasal 55 KUHP  tentang penggelapan. Ancaman hukuman selama-lamanya 5 tahun,” pungkas AKBP Alfian.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top