Wali Kota Probolinggo Bersikukuh Tetap Tak Perpanjang Izin Dua Tempat Karaoke

Wali Kota  Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dalam sebuah kesempatan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dalam sebuah kesempatan (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Teka-teki, apakah tempat hiburan yang ditutup akan dibuka kembali, sesuai rekomendasi DPRD Kota Probolinggo, tampaknya jauh api daripada panggang. Ungkapan tersebut sesuai pernyataan Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, yang bersikukuh tak akan membuka lagi 2 tempat karaoke tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Hadi, usai melantik Plt Sekda Kota (Sekda)  Sudiyanto, Kamis (8/8) sekitar pukul 09.30 WIB di ruang Shaba Bina Harja, kantor wali kota. Ditegaskan, pihaknya mengeluarkan diskresi yang tidak memperpanjang 2 tempat karaoke tersebut atas dasar permintaan dan masukan dari masyarakat. Termasuk tokoh masyarakat dan agama.

Selain itu berdasarkan pertimbangan kemaslahatan dan kemudlorotan, sehingga dengan tegas wali kota tidak memperpanjang izin tempat hiburan tersebut. 

Saat ditanya, mengapa diskresi atau kebijakan yang dikeluarkan wali kota tidak menyebut alasan mengapa tempat hiburan ditutup? Karena lanjut Hadi, masyarakat sudah mengetahui apa yang ada di dalam tempat hiburan dan dampak buruk yang akan ditimbulkan.

Malahan, ujar wali kota, masyarakat terutama kaum ibu-ibu mendukung langkah yang diambil pemkot. Masyarakat, tidak hanya mendukung, mereka juga mengirim foto dan video tentang kegiatan di dalam tempat karaoke tersebut. Hanya saja, bukti yang dikirim warga tersebut, tidak perlu ditunjukkan, karena merupakan privasi seseorang. “Saya rasa semuanya sudah pada tahu. Meski kami tidak menyebut alasannya,” tandasnya.

Terkait rekomendasi DPRD, wali kota menilai sah-sah saja dan tidak ada masalah. Menurutnya, pemerintah bersikap seperti itu (tidak memperpanjang izin) karena lebih memilih yang lebih penting dan demi kepentingan umum. 

“Rekomendasi apa saja silakan. Kami sebagai ekskutif memilih yang prioritas. Ini demi kemaslahatan. Kita harus mendengar yang menjadi harapan masyarakat. Kita melakukan hal itu karena kita buka mata,” tegasnya.

Menanggapi saran DPRD dalam bentuk rekomendasi, Hadi menanggapi tidak ada masalah. Asal, DPRD tidak melakukan manuver dan mengambangkan opini. 

Jika hal itu dilakukan, lanjut wali kota, masyarakat yang akan bergerak. Karena kebijakan yang diambil pemkot tidak memperpanjang izin operasional, permintaan masyarakat. 

“Permintaan masyarakat agar tempat hiburan ditutup, sudah lama. Ya, kami jalankan permintaan itu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Hadi berharap pembahasan penutupan tempat hiburan diserahkan ke DPRD baru, yang akan dilantik 24 Agustus nanti. Sebab, jika dipaksakan dibahas di DPRD yang sekarang, tidak akan berlanjut. Mengingat periodenya tinggal menghitung hari. 

“Agar pembahasan soal ini tidak terputus, serahkan saja ke dewan yang baru. Itu lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top