Satpol PP Amankan Puluhan Remaja saat Malam Takbiran

Reemaja yang buang dompet ke Kali Banger bersama temannya mencari dompetnya di dalam  sungai   (Agus Salam/Jatim TIMES)
Reemaja yang buang dompet ke Kali Banger bersama temannya mencari dompetnya di dalam sungai (Agus Salam/Jatim TIMES)

PROBOLINGGOTIMES – Di malam takbiran Idul Adha, Sabtu (10/8) Satpol PP Kota Probolinggo, panen tangkapan. Sebanyak 89 remaja diamankan di tempat berbeda saat sedang dan hendak pesta miras. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan seorang perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi pesawahan.

Dalam operasi rutin penyakit masyarakat tersebut, petugas dibingungkan oleh ulah beberapa remaja yang berusaha membuang barang bukti (BB) berupa arak dan pil koplo. Seperti yang dilakukan salah satu remaja, yang membuang dompetnya ke sungai Banger, Jalan Lintas Utara (JLU) Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.

Setelah lebih setengah jam dicari, petugas akhirnya menemukan dompet coklat yang berisi belasan pil setan dan uang tersebut. Petugas terpaksa terjun ke sungai, setelah empat remaja yang terjun lebih awal, tak menemukan apa-apa. Ke 8 remaja itu kemudian digelandang ke Mako Satpol PP di Jalan Panglima Sudirman, berikut kendaraannya. 

Masih di jalur Lintas Utara, petugas menemukan 4 remaja laki-laki dan seorang perempuam di dalam garasi truk. Mereka masuk ke lahan parkir tanpa izin ke penjaga, lantaran keburu hendak buang air kecil (Kencing). Namun setelah digeledah, petugas menemukan minuman arak di balik jaket salah seorang dari mereka. “Saya beli dari ini pak,” ujar salah satu remaja menunjuk remaja yang membonceng prerempuan tersebut.

Remaja yang ditunjuk itu mengaku, kalau perempuan yang dibawanya adalah istri syahnya. Ia membantah dituding menjual miras oleh temannya. Lelaki yang kabarnya belum satu minggu menikah itu hanya membelikan karena dititipi. “Kenapa kalau istrinya dibawa ke tempat gelap. Ayo ikut ke kantor. Bilang ke orang tua kamu, bawa surat nikah ke kantor,” ujar petugas.

Sementara itu, salah seorang remaja  membuang hand phone-nya ke selokan, sesaat setelah petugas operasi tiba di TRA, Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Belum diketahui pasti alasannya, sebab saat ditanya petugas, remaja yang membuang selulernya itu, jawabannya ngalor-ngidul (tidak tentu). Hp android tersebut sempat diselamatkan petugas, meski kondisinya dalam keadaan hank.

Diduga, Hp android itu dibuang oleh pemiliknya, dimungkinkan karena berisi video porno atau ada transaksi pil koplo. Belasan pria dan seorang perempuan itupun diangkut petugas ke Mako Pol PP, berikut barang bukti tiga botol miras beserta dus-nya dan beberapa butir pil setan. Mereka mengaku berasal dari Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Sedang di stadion Bayuangga, petugas sempat kejar-kejar dengan sejumlah remaja yang ketahuan akan pesta miras. Mereka meninggalkan sepeda motornya, hanya demi lolos dari sergapan petugas. Bahkan, ada petugas yang mengejar remaja yang kabur dengan sepeda motornya berboncengan dengan perempuan. Pengejaran tidak dilanjutkan, karena kendaraan yang lewat di jalan Panjaitan, ramai. “Kita lepas, soalanya bahaya. Takut nabrak,: ujar salah satu petugas.

Saat razia di lokalisasi illegal timur rel Kereta Api ditimur pabrik kulit, petugas mengamankan satu PSK yang hendak berhubungan badan dengan lelaki hidung belang di tanaman jagung. Petugas hanya berhasil menyergap PSK-nya sementara lelakinya kabur, begitu petugas tiba. Meski petugas menyebar mencari PSK di lahan pertanian, belakang Dinas Pendidikan, namuan tak satupun PSK yang dijumpai. 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top