Merasa Dirugikan, Netizen Malang Emosional dan Minta Pulangkan Mahasiswa Papua

Screenshot Video
Screenshot Video

PROBOLINGGOTIMES, MALANG – Demo disertai kericuhan yang terjadi di kawasan Kayutangan, Kota Malang, membuat warga merasa dirugikan. Bahkan, sejumlah aktivitas harian maupun kegiatan perekonomian di sana sempat terhenti. 

Di dunia maya pun, kericuhan yang dipicu aksi tak berizin kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu menuai kecaman.

Seperti diberitakan, kericuhan tersebut membuat akses jalan sempat diblokade. Aksi lempar batu, teriakan, dan aksi saling dorong membuat warga setempat ketakutan. Pertokoan dan kantor di wilayah tersebut juga sempat ditutup. "Kantor dan pelayanan ditutup mulai pukul 9 pagi karena ada demo yang ricuh," ujar Dwi Herman, salah seorang warga yang bekerja di kawasan pertokoan Kayutangan.

Tak hanya di dunia nyata. Di dunia maya pun warganet atau netizen banyak menumpahkan emosinya atas kejadian kericuhan di kawasan Kayutangan. Salah satunya di grup Facebook Info Malang Raya (IMR) Independen dan Objektif yang lebih dari diikuti 410 ribu anggota. Berbagai komentar muncul di unggahan yang mengabarkan terkait aksi demonstrasi itu. 

Misalnya komentar yang disampaikan oleh Sorraya Yunikhe. Dia menyayangkan kejadian keributan antara mahasiswa Papua dengan warga lokal yang terulang kembali. "Bien kayak wes perjanjian ga gae rusuh seh, lakok saiki kumat maneh. Boikot wes, ga usah kuliah ndek kene (Dulu sepertinya sudah membuat perjanjian untuk tidak membuat kerusuhan, kok sekarang terulang lagi. Boikot saja, tidak usah kuliah di sini)," tulisnya. 

Akun milik Yudhie Arek Tewur mengibaratkan bahwa pelaku kericuhan seperti membangunkan singa yang tidur. Seperti diketahui, warga Malang yang juga disebut Arema menggunakan singa sebagai lambang.

 "Arema cinta damai. Arema mbok rusuh, tapi lek dikalemi gak kenek podo karo gugah singo turu sing kluen (Arema cinta damai. Arema dibuat ricuh, tapi kalau tidak bisa diajak berunding sama saja dengan membangunkan singa kelaparan yang sedang tidur,)" tulisnya. 

Beberapa akun bahkan menyerukan agar mahasiswa Papua yang ada di Malang dipulangkan. "Buat petisi lur, usir saja dari Bhumi Arema," ujar akun Muslimin Alvian. "Pulangkan saja mahasiswa Papua," tulis akun Harianto Afandi. "Mosok omah dewe, dirusuhi tamu. Opo yo etis ngunu iku (Masak rumah sendiri dibikin rusuh oleh tamu, apa yang seperti itu etis)," tulis akun Mameks. 

Meski demikian, ada warganet yang mengajak untuk tidak menggeneralisasi aksi tersebut kepada seluruh warga Papua yang tinggal di Malang. "Sebenarnya tidak semua orang Papua seperti itu, hanya oknum saja yang membuat semua orang Papua terkesan kayak gitu," tulis akun Betty. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]probolinggotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]probolinggotimes.com | marketing[at]probolinggotimes.com
Top