Panitia melempar bubuk warna ke peserta Color Run Kota Probolinggo (Agus Salam/JatimTIMES)

Panitia melempar bubuk warna ke peserta Color Run Kota Probolinggo (Agus Salam/JatimTIMES)



Polres Probolinggo, punya cara tersendiri untuk mengamankan wilayahnya. Minggu (16/6) pagi polres yang dikomandani AKBP Alfian Nurrizal tersebut, menggelar kegiatan bertajuk Color Run. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk tidak ikut-ikut kerusuhan.

Dalam penyelenggaraannya, Polresta menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), KPU dan Bawaslu serta komunitas senam. Hanya saja, sejumlah pejabat tidak tampak dalam acara yang dihadiri ribuan masyarakat tersebut. Selain kapolresta, yang hadir hanya Ketua KPU Akhmad Hudri dan Azam Fikri serta Samsun Nini Law komisioner KPU.

Acara yang seluruh pesertanya mengenakan kaos dan ikat kepala Tolak Kerusuan itu, mengambil start dan finish di pertigaan Jalan Suroyo dengan Jalan Ahmad Yani atau selatan alun-alun. Tak hanya jalan sehat, peserta juga diajak bernyanyi dan berolahraga, sebelum dan sesudah acara sehat digelar.

Rutenya, start dipertigaan alun-alun, kemudian Jalan Ahmad Yani, Jalan dr Muhammad Salah, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Suroyo dan berakhir di tempat yang sama. Acara color run, dilepas kapolresta AKBP Alfian yang ditandai pengangkatan bendera. Acara tambah menarik saat panitia penyelenggara melempari peserta dengan serbuk warna (holy powder).

Suasana bertambah meriah, saat bungkusan yang berisi powder warna-warni itu dibuka dari bungkus plastiknya dan dilempar oleh peserta ke peserta yang lain. Bahkan tidak sedikit peserta yang meraupi wajah rekannya dengan bubuk warna-warni tersebut. Tak hanya wajah dan tubuh serta pakaiannya yang rusuh. Jalan yang dilalui peserta Color Ran, juga terlihat warna-warni.

Alfian Nurrizal menyebut, acara yang digelarnya sebagai bentuk ekspresi masyarakat menolak kerusuhan. Mereka mengajak masyarakat lain untuk tidak melulu berfikiran pemilu. Sebab menurutnya, gelaran lima tahunan tersebut sudah selesai. “Acara ini sebagai tindak lanjut sukses pemilu. Wilayah kami, aman. Dan situasi seperti ini harus dijaga. Kami masyarakat Probolinggo menolak kerusuhan,” tandasnya.

Mengingat kerusuhan kata kapolresta, salah satu upaya memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Karenanya ia mengajak masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kedamaian di wilayahnya. Sebab, menjaga persatuan dan kesatuan tidak hanya kewajiban polisi dan TNI, tetapi peran serta masyarakat juga dibutuhkan. “Filosofi dari acara ini, meski kita berbeda warna, tetap rukun dan damai,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPU, Ahmad Hudri dan Ketua Bawaslu, Azam Fikri yang ikut di acara tersebut. Kedua komisioner dalam pengantar pidatonya, tak banyak yang dikatakan. Keduanya, hanya menghimbau untuk tetap bersatu dan rukun. “Pemilu itu sudah selesai. Mari rapatkan barisan untuk membangun Probolinggo dan negeri ini. Perbedaan warna bukan untuk bermusuhan. Tetapi untuk bersatu membangun negeri ini,” katanya singkat.

Agus Salam

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load