Salah satu peserta saat diambil darahnya  (Agus Salam/Jatim TIMES)

Salah satu peserta saat diambil darahnya (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Puluhan suami beserta istri yang tengah hamil dikumpulkan di Puri Menggala Bhakti kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (26/6) siang. 

Selain diperiksa kesehatannya, mereka juga mengikuti sosialisasi penyakit yang berbahaya. 

Yakni, penyakit yang disebut Triple Eliminasi di antaranya, virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), Sifilis dan Hipatitis B membahayakan. 

Mereka yang hadir diavara itu juga diperiksa kesehatannya terkait penyakit tersebut. 

Hanya saja, belum diketahui, apakah mereka yang hadir teridentivikasi ketiga penyakit tersebut.

Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan setempat Gizi Utami Putri mengatakan, pihaknya menggelar acara seperti itu, karena kesadaran masyarakat khususnya suami dan ibu hamil untuk memeriksakan HIV dan penyakit lainnya, minim. Karena itu pihaknya melakukan jemput bola.

“Kalau tidak diundang, mereka tidak memeriksakan kesehatannya,” tandasnya.

Selain itu, acara yang digelarnya untuk menstransfer pengetahuan terutama soal penyakit yang membahayakan. 

Mengingat, pengetahuan masyarakat akan bahaya penyakit yang dimaksud minim. 

Mereka enggan mendatangi puskesmas atau pusat pelayanan kesehatan di dekat domisilinya. 

“Memang sulit mengubah prilaku. Tapi pelan-pelan, kami yakin bisa,” tambahnya.

Darah yang diambil dari puluhan peserta itu nantinya akan dicek di laboratorium. 

Hasil pemeriksaannya bisa diambil dimasing-masing puskesmas. 

Putri berharap, sosialisasi yang digelarnya yang dilanjut dengan pemeriksaan, bisa menggugah kesadaran masyarakat rutin periksa HIV, Sifilis dan Hepatitis.

Usai acara sosialisasi, peserta undangan dimabil darahnya untuk diperiksa. 

Salah seorang suami, tampak takut saat diambil darahnya. Ia mengaku, tidak pernah memeriksakan kesehatannya, apalagi diambil darahnya. 

“Kami takut soalnya belum pernah diambil darah. Apalagi ngecek HIV atau penyakit yang lain,” ucapnya.  

Hal yang sama juga dialami Faridatus Siyamah (20). Perempuan yang tengah hamil tersebut mengaku, baru kali ini periksa HIV. 

Sebelumnya ia tidak pernah, lantaran belum mengetahui bahaya dan pentingnya ngecek HIV bagi kesehatan ibu dan sijabang bayi.

"Sebelumnya tidak pernah periksa. Agak takut bercampur bingung,” akunya.

Selain diperiksa, Firdaus juga mendapat pengetahuan soal tiga penyakit tersebut. 

Ia juga disarankan untuk memeriksakan urinnya ke Puskesmas terdekat dan Posyandu. 

Ia berterus terang, setelah diberi pemahaman dan diperiksa penyakitnya, akan selalu mengikuti saran dari medis. 

“Sudah tidak takut kayaknya. Saran dari ibu-ibu tadui, agar kami rutin periksa," tandasnya.


End of content

No more pages to load