Lahan dipantai Kota Probolinggo yang hingga kini tak bertuan (Agus Salam/Jatim TIMES)

Lahan dipantai Kota Probolinggo yang hingga kini tak bertuan (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Lahan di pesisir pantai Kota Probolinggo dikabarkan diperebutkan UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya kelautan dan Perikanan (P2SKP) Mayangan Probolinggo dengan PT Pelindo (Pelabuhan Indonesia) III (Persero).

Lahan seluas sekitar 16 hektar itu, berlokasi di barat Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPM) atau timur Pelabuhan Tanjung Tembaga dan utara Perusahaan Particle Board milik PT Kutai Timber Indonesia). Informasi tersebut dibantah oleh pihak Pelindo III.

Menurut Lukman, staf Pelindo III bagian Properti, perusahaan tempatnya bekerja tidak pernah memperebutkan lahan kosong tersebut dengan pihak manapun, apalagi dengan P2SKP. Lahan itu, masih milik Negara, namun Pelindo III sudah mengajukan hak pengelolaan lahan ke BPN (Badan Pertanahann  Nasional) Kota setempat di 2009 yang lalu.

Hanya saja, hingga saat ini pengajuannya belum ada kabar dari BPN. Lantaran lama tidak ada kabar beritanya, PT Pelindo III kemudian menyerahkan ke Pelindo pusat. Namun, hingga kini belum ada kabar kepastian dari pelindo pusat. “Sudah bukan urusan kami. Sudah kami serahkan ke Pelindo pusat. Ya, karena dari BPN sini, tidak ada jawaban,” katanya, Kamis (4/7) siang di kantor Pelindo III areal Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Dengan demikian, lahan yang kini ditumbuhi semak belukar tumbuhan pantai tersebut belum ada yang memiliki hak pengelolaan. Namun, pihak P2SKP dimungkinkan sudah mengetahui, kalau lahan yang belum ditempati itu, sudah diajukan oleh PT Pelindo. Terbukti, lanjut Lukman saat PT Pelindo hendak memanfaatkan lahan tersebut untuk rencana pelabuhan curah cair dan curah padat tersebut, P2SKP mengalah.

Petugas P2SKP mencabuti patok lahan yang dipasang di areal yang hingga kini tak bertuan tersebut. Lukman berterus terang, perusahaannya berencana di lahan itu akan dibangun dermaga bongkar-muat curah cair dan padat. Mengingat, perusahaan yang berlokasi di Probolinggo dan sekitarnya, butuh dua jenis bahan tersebut. “Bahan curah padat dan cair dibutuhkan di sini. Makanya akan dibuat pelabuhan untuk bongkar muat barang tersebut,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu pegawai P2SKP mengatakan, kalau kepala PPM beserta sejumlah Kabidnya tengah bertugas ke luar kota. Hanya saja, pria tersebut tidak menjelaskan acara dan kota yang dituju. “Tidak ada semua. Kepala dan kepala bidang sedang di luar kota. Lain waktu atau Senin saja sampaian ke sini,” katanya singkat.

Terpisah Jando pemerhati pelabuhan yang juga berprofesi pengacara menjelaskan, kalau lahan yang dimaksud belum ada yang memiliki. Dengan kata lain, masih milik Negara. Karenanya, siapapun boleh menempati lahan terebut, termasuk warga. “Belum ada yang memiliki hak. Jadi siapapun boleh memanfaatkan atau menempati. Termasuk warga biasa,” tandasnya.

Terkait dengan pernyataan Lukman, Pria yang berdomisili di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan mayangan itu mengatakan, tidak benar. Menurut sepengatahuannya, pria yang pernah bekerja di PT Pelindo III ini, belum ada pihak yang mengajukan hak pengelolaan tanah tersebut. “Tidak benar itu. Sampai sekarang belum ada yang memiliki lahan itu. Monggo warga yang mau menempati. Tempati saja. Karena semua warga punya hak,” pungkas Jando.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load