Tempat hiburan malam karaoke keluarga Pop City, lengang  setelah dilarang beroperasi  (Agus Salam/Jatim TIMES)

Tempat hiburan malam karaoke keluarga Pop City, lengang setelah dilarang beroperasi (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


PROBOLINGGO-Para penghobi karaoke di Kota Probolinggo mulai hari ini, Minggu (7/7/2019) tidak bisa lagi bernyanyi di dua tempat hiburan malam. 

Sebab, dua tempat hiburan malam karaoke keluarga di Kota Probolinggo yakni POP City dan 888 (Tripel Eight) ditutup. Alasannya, keduanya tidak mengantongi izin operasi.

Pop City yang telah memperpanjang izinnya 2 minggu lalu tapi belum keluar. 

Sedang 888 masa berlaku izinnya sudah habis atau mati November 2018 tahun lalu. 

Belum diketahui, apakah pemkot akan mengeluarkan izin perpanjangan Pop City atau tidak? Atau karaoke Triple Eight akan mengurus izin perpanjangannya.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menegaskan, kedua tempat hiburan malam karaoke keluarga tersebut, tidak akan diperpanjang izinnya. 

Dengan demikian, Pop City yang berada di Jalan de Soetomo dan 888 yang beroperasi di jalan Suroyo ditutup. “Ditutup mulai hari ini. Ya, Minggu,” tandasnya, usai halal bihalal.

Acara halal-bihalal bersama PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan IKA (Ikatan Almuni) PMII itu, berlangsung di rumah dinas wali kota. 

Menurutnya, sudah saatnya hiburan malam di wilayahnya dihilangkan sebab lebih banyak mudlorotnya daripada manfaatya.

“Pertimbangannya itu kan lebih baik ditutup,” tandasnya.

Disebutkan, tempat hiburan malam melanggar aturan dan norma agama serta merusak generasi muda, karenanya harus ditutup. 

Wali Kota Hadi mengatakan pemkot telah memberi kesempatan kepada pengusaha tempat hiburan, beroperasi di wilayahnya. 

“Pemkot dulu yang member izin. Dan sudah saatnya izin itu ditarik lagi oleh pemkot,” ujarnya.

Saat ditanya, jika nantinya dari pengelola atau pengusaha ada upaya mem-PTUN-kan pemkot, Hadi mengatakan siap dan tidak akan gentar.

Mengingat, langkah penutupan diambil atas dasar permintaan dan harapan masyarakat.

“Monggo silakan saja. Kami tidak gentar. Saya melakukan hal ini sesuai mandat dan dan amanah masyarakat,” tegasnya.

Dan lagi, pihaknya mengambil keputusan seperti itu tidak melanggar kaidah hukum yang ada.

Terkait dampaknya Hadi menegaskan, pertumbuhan ekonomi di wilayahnya tetap tumbuh dan berkembang. 

Anggapan para wisatawan dan pemilik modal (Investor) tidak akan berkunjung dan tidak akan berinvestasi atau menanamkan modalnya di wilayahnya, dibantah oleh Hadi.

Menurutnya, kotanya tidak akan sepi dengan wisatawan dan investasi. 

Sebab, tambah Hadi, tidak ada korelasi secara ekonomi makro antara penutupan tempat karaoke dengan pariwisata dan Investasi. 

“Enggak ada pengaruhnya. Kami yakin wisatawan dan pemilik modal akan datang ke kota kami,” pungkasnya ke sejumlah wartawan.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load