Truk sampah compactor ini, hidrolisnya rusak sehingga mangkrak (Agus Salam/Jatim TIMES)

Truk sampah compactor ini, hidrolisnya rusak sehingga mangkrak (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Dua truk compactor pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, dikandangkan. 

Sebab, truk yang dibelinya satu tahun lalu itu, rusak dan kini masih dibenahi atau ditangani tim dari dealer Surabaya.

Dampaknya, distribusi sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pengumpulan Akhir (TPA) terkendala. 

Lantaran 7 unit truk yang biasa mengangkut sampah setiap hari, tinggal 5 unit. 

Meski demikian, volume sampah 56 ton per harinya tersebut, terangkut seluruhnya.

Mangkraknya 2 truk compactor tersebut diakui Kepala DLH setempat Budi Krisyanto, Minggu (7/7) siang. 

Truck yang dianggap masih baru itu, saat ini berada di garasi TPA, Jalan Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan. 

“Masih dibenahi, belum selesai. Kami memanggil tim dealer dari Surabaya,” tandasnya.

Pihaknya mendatangkan pihak dealer, karena selain di wilayahnya belum ada bengkel yang bisa mengatasi kerusakannya, juga lantaran truck tersebut servisbya masih tanggungan dealer. 

Bapak yang biasa disapa Budikris ini mengaku, tidak tahu kerusakannya. Apakah mesin kendaraan atau mesin hidrolis pengangkat sampah.

Ia berharap, secepatnya truk yang berfungsi pengangkat sampah dari tempat sampah ke container (Bak) truk dapat diatasi. 

Mengingat, TPS Ungup-ungup sampah sempat menggunung di salah satu Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Ungup-ungup, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran sempat menumpuk atau menggunung.

Saat ditanya, apakah akan meminta anggaran untuk membeli truk baru, Budikris mengatakan, melihat ketersediaan anggaran. 

Namun, jika melihat kebutuhan, pihaknya akan meminta anggaran di PAK atau P-APBD. 

“Soalnya 3 truk itu usianya sudah lebih qo tahun. Kalau ditanya bisa dipakai, ya bisa. Tapi kan usianya sudah tua,” pungkasnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi di lokasi pembenahan truck, tim perbaikan tidak ada di lokasi. 

Menurut salah satu petugas TPA, yang bersangkutan tengah istirahat. 

Saat ditanya rusaknya, pria itu mengatakan, yang rusak hidrolisnya, bukan mesin truk. 

“YA, mesin hidrolisnya yang rusak. Disini sparepart hidrolisnya tidak ada. Harus beli ke Surabaya,” katanya singkat.


End of content

No more pages to load