Belasan angkot diparkir di jalan raya Panglima Sudirman, depan rumah dinas Wali Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

Belasan angkot diparkir di jalan raya Panglima Sudirman, depan rumah dinas Wali Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


PROBOLINGGO- Pemkot Probolinggo akan meluncurkan aplikasi angkutan kota (Angkot). Rencana itu muncul, setelah rebutan penumpang dengan transportasi atau ojek online (Ojol) tidak pernah berujung pangkal.

Bahkan, Asap (Aliansi Sopir Angkot Probolinggo) mengancam akan menyerahkan kendaraannya ke pemkot, jika tidak tegas menindak ojol dan taksi online. Rencananya, Asap akan mengkandangkan puluhan angkot di pelataran dan jalan raya, depan kantor wali kota.

Mendengar bakal ada rencana aksi, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin  memanggil, Sabtu (6/7) kemarin memanggil pengurus Asap ke rumah dinasnya. Hasilnya, Aliansi yang diketuai De’er tersebut mengurungkan aksinya. Pemkot berjanji akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo Kota (Polresta).

Tak hanya itu, Hadi juga akan mengajak Dishub dan Satpol PP bertemu dengan Forum lalu lintas, guna membahas persoalan tersebut. Hanya saja, belum diketahui waktunya, kapan pertemuan tersebut akan digelar.  Yang jelas, wali kota mengatakan secepatnya karena mendesak. “Sebenarnya di Perwali, pemkot sudah melarang ojol beroperasi di sini. Tapi sanksinya belum jelas. Nah sanksi itu akan kita bicarakan di pertemuan itu,” tandas Hadi.

Atas keluhan sopir angkot itu, Wali Kota juga akan memberi  tempat ngetem (Menunggu penumpang) di depan Pasar baru, yang bisa memarkir tiga angkot. Dan rencana tersebut diluncurkan hari ini, Minggu (7/7). Keputusan seperti itu diambil, setelah Asap curhat soal beroperasinya Bentor (Becak Motor).

Angkot, kalah saing dengan kendaraan tiga roda yang dimodifikasi dalam hal mencari penumpang. Pengunjung Pasar Baru naik bentor ketimbang angkot karena bentor parkirnya atau mengkalnya di depan pintu gerbang pasar. “Besok kasih spaces tempat) ya, di depan pasar baru. Biar angkot kebagian penumpang. Untuk tempat ngetem angkot,” pintanya ke Sumadi, kepala dishub. 

Selain itu, wali kota akan meluncurkan aplikasi khusus untuk angkot seperti di Bekasi. Disebutkan, pemkot Bekasi telah meluncurkan aplikasi tron untuk angkot di sana. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi persaingan ojol, taksi online derngan angkot. “Kami masih akan belajar ke Bekasi. Kita kaji dulu, apa bisa digunakan di sini," ucapnya pada awak media. 

Nantinya, lanjut wali kota penumpang dan angkot tidak perlu saling menunggu. Angkot akan menjemput penumpang yang menghubunginya, dengan catatan sesuai trayek. Kendala dari penggunaan aplikasi Teknologi Olah Rancang Nusantara (Tron) tersebut, SDM dari sopir angkot. “Kalau sudah ok, kami juga akan menggarap SDM sopir. Kan usianya banyak yang uzur,” katanya.

Ketua Asosiasi Sopir Angkot (ASAP) De'er membenarkan, kalau dirinya dan pengurus Asap dihubungi wali kota dan diminta datang ke rumah dinas. Ia juga mengiyakan, kalau Rabu (10/7) akan menyerahkan kendaraan angkotnya ke wali kota. Hal itu dilakukan, atas kekecewaannya terhadap pemkot yang membiarkan Ojol dan taksi Online mengangkut penumpang dan masuk ke wilayah yang sudah disepakati sebelumnya.

Namun rencana itu dibatalkan, setelah mendapat penjelasan dari Wali Kota Hadi. Kalau kondisi seperti itu dibiarkan angkot yang jumlahnya saat ini sekitar 150 armada akan mangkrak alias tidak mencari penumpang. “Sekarang loh mencari penumpang sudah sulit. Kok malah ditambahi Ojol dan taksi online. Lantas kita dapat apa?,” ujarnya balik bertanya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkot Muhammad Tirin (55) mengatakan, kesal bercampur kecewa dengan pemkot. Sebab meski ada Perwali Nomor 116 Tahun 2017 yang melarang Ojol mengangkut penumpang, tidak ditaati. Ojol dan taksi online masih berseliweran mengangkut penumpang dan dibiarkan oleh petugas. “Ya harus ditindak tegas toh. Kan sudah ada perwalinya,” ujarnya.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load