Gatot ketua RT 4 RW  15, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menunjuk lokasi kera  (Agus Salam/Jatim TIMES)

Gatot ketua RT 4 RW 15, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menunjuk lokasi kera (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Tak hanya meresahkan warga perumahan KTI (Kutai Timber Indinesia)di  Jalan Pattimura, RT 8 RW 8, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, kera liar juga meneror warga Perumahan Arum Permai, Kelurahan yang sama.

Bahkan, Rabu (24/7) petang salah satu warga yang hendak menangkap kera, sempat digigit. Tak hanya itu, Kamis (25/7) pagi sekitar pukul 07.30, kera yang sama hendak menggigit perempuan yang tengah berboncengan dengan suaminya, saat melintas di Perumahan Arum Permai saat hendak pulang ke rumahnya.

Ketua RT 4 RW 5, Gatot Subroto membenarkan kalau lingkungannya didatangi kera. Kera yang diketahui warga berkeliaran di Perumahan Arum Permai, mulai Rabu kemarin sekitar pukul 06.30 WIB. Bahkan, bapak yang biasa dipanggil Gatot tersebut melihat sendiri kera yang dimaksud turun dari atap rumah depan tempat tinggalnya.

Kera berekor pendek berukuran besar itu kabur, setelah dihalau. Kera yang diduga milik Suntoro, warga RT 4 RW 15 kelurahan setempat itu berpindah dari atap rumah warga yang satu ke atap yang lain, saat dikejar-kejar hendak ditangkap. Warga menghentikan pencariannya, setelah kera tersebut tidak kelihatan batang hidungnya, alias bersembunyi.

Namun, tiba-tiba sekitar pukul 14.30, kera muncul dan masuk ke rumah ketua RT Gatot. Tahu dari anaknya kera masuk rumah, Gatot berusa menghalau agar keluar dengan cara melempar bantal guling. 

“Keranya melawan. Guling yang saya lempar ditangkap. Lalu dibuat membersihkan mulutnya yang berlepotan nasi. Ya, digini-ginikan," ujar Gatot sambil mempraktekkan kera mengusap-usapkan mulutnya ke bantal guling.

Menurutnya, kera yang tidak ada bekas tali ditubuhnya tersebut, sempat makan nasi yang ditinggal istrinya di teras depan. Selain itu mengoyak-oyak kue kering atau biskuit kemasan seng dan toples yang ditaruh di meja teras. 

Hanya saja, si kera tidak berhasil membuka tutup toples atau kemasan. “Kuenya berantakan semua. Tapi enggak terbuka. Hanya makan nasi sisa istri saya,” tambahnya.

Begitu keluar dari rumahnya, gatot mengambil sapu dan langsung memukulkan ke kera. Meski sempat malawan, kera tersebut kabur ke atap rumah warga dan bergelantungan di pohon. 

Lantaran membahayakan, Rabu (24/7/2019) malam salah satu warga menghubungi petugas kebun binatang mini atau TWSL (Tempat Wisata Studi Lingkungan). “Sempat dibedil oleh petugas TWSL, kena lengannya. Tapi masih kua kabur,” tandasnya.

Hingga Kamis (25/7/2019) siang, kera tersebut tidak menampakkan batang hidungnya. Gatot sendiri tidak mengetahui, apakah kera yang cukup mengganggu ketenangan warga itu mati atau tidak. Yang jalas, paska dibedil, kera tidak kelihatan. “Dibedil karena membahayakan warga. Warga yang hendak menangkap, digigit. Ya, tadi malam,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi ke Suntoro, warga yang dikabarkan pemilik kera, membantah. Istri Suntoro mengatakan, kalau suaminya tidak memelihara kera, tetapi memelihara seekor anjing.

Bahkan, dirinya hampir digigit kera tersebut. Menurutnya, ia yang berboncengan dengan seaminya, dikejar kera dalam perjalanan pulang, setelah berbelanja di Pasar Randu Pangger.

“Kok malah saya dibilang yang punya kera. Justru saya yang mau digigit. Ya kera itu mengejar saya dan hampir menggigit kaki. Ya saya tendang. Akhirnya kera itu lari. Kejadiannya di perumahan Arum Permai. Enggak tahu lari ke mana,” tandasnya ke sejumlah wartawan.

 


End of content

No more pages to load