Wakil Wali Kota Probolinggo HMS Subri melihat gigi kambing kurban saat sidak di pedagang hewan kurban musiman (Agus Salam/Jatim TIMES)

Wakil Wali Kota Probolinggo HMS Subri melihat gigi kambing kurban saat sidak di pedagang hewan kurban musiman (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Pemkot Probolinggo menemukan hewan kurban berupa kambing yang belum cukup umur atau belum poel alias belum berganti gigi, dijual. Tak hanya itu, sidak yang dilakukan Wakil Wali Kota Probolinggo HM Subri, Kamis (8/8) siang juga menemukan kambing sakit mulut dan mata juga dijual.  

Temuan tersebut diungkap HM. Subri, usai sidak di penjual kambing musiman, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Cokroaminoto dan  Jalan Gubernur Suryo (ungup-ungup). 

Wakil wali kota juga menyempatkan diri sidak di peternakan dan penyalur daging korban sapi dan domba, lembaga Pendidikan Hidayatullah, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. . 

Dalam sidak tersebut, Muhammad Soufis Subri didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sudiman, MUI dan Polres Probolinggo Kota. 

Menurutnya, sidak dilakukan untuk member kenyamanan dan melindungi hak masyarakat dalam berkorban di Hari Raya Idul Adha tahun ini (1440 H).  

Hasilnya, wakil wali kota bersama tim menemukan kembing kurban yang belum cukup umur alias belum berganti gigi (poel). 

Rombongan juga menemukan kambing terjangkit penyakit mulut dan mata. Namun, binatang tersebut sudah divaksin atau diobati oleh petugas DPKP. “Sudah kami obati pak wakil. Ini kemarin kami temukan,” uajar petugas ke wakil wali kota.  

Meski begitu, HM Soufis Subri meminta, kambing yang penyakitan tersebut dipisah. Agar penyakitnya  tidak menular ke kambing lainnya. Ia juga meminta ke pedagang, agar hewan kurban yang sakit dan belum cukup umur, tidak dijual. “Yang tidak memenuhi syarat jangan dijual. Ini ada MUI dan kepolisian. Kalau ketahuan dijual, nanti diberi sangsi,” punta HMM Subri ke penjual.  

Wakil wali kota berharap, DPKP terus memantau penjual hewan ternak hingga menjelang Idul Qurban. Hal itu dilakukan, agar kambing yang tidak memenuhi syarat tidak dijual. Demi kenyamanan dan melindungi hak masyarakat yang ingin berkurban. “Dipantau terus setiap hari. Sampau menjaleng hari taya kurban,” pinta HMS Subri ke petugas.   

Wawali Subri  kemudian menyebut, penjual atau pedagang ternak musiman dan ternak yang dijual, lebih banyak dari tahun sebelumnya. Disebutkan, tahun ini ada 54 lokasi penjualan alias pedagang hewan kurban. 

Sementara, jumlah hewan ternak (terdiri dari sapi, kambing dan domba) yang siap dijual sebanyak 1.549 ekor.”Jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 38 lokasi. Sedang jumlah ternaknya 888 ekor,” sebutnya. 

Melalui sidak ini lanjutnya, pemerintah berupaya memberi jaminan ke masyarakat dalam penyediaan hewan kurban yang layak, juga menyediakan daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). 

Selain itu, antisipasi penyakit menular pada hewan kurban dam  sebagai sarana penyuluhan ke pedagang. “Agar pedagang tahu syarat-syarat hewan kurban seperti yang ada dalam syariat Islam. Hewan kurban yang memenuhi kaidah kesehatan hewan, sehingga aman dikonsumsi,” tambahnya.  

Melihat makin banyaknya pedagang dan hewan kurban yang dijual, wawali berharap masyarakat dan pemerintah lebih waspada. Karena setiap tahun ada hewan korban yang berpenyakit dijual oleh pedagang. Wawali mengimbau warga  untuk membeli hewan kurban sesuai syariat Islam. Pedagang juga diminta tidak semata-mata mengejar penghasilan. “Kesehatan kambing juga diperhatikan. Ini yang lebih penting,” pungkasnya.  


End of content

No more pages to load