Suasana mencekam saat aksi saling lempar batu di peremoatan Rajabali Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Suasana mencekam saat aksi saling lempar batu di peremoatan Rajabali Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



Aksi bentrok dan  saling lempar batu di kawasan Jl Basuki Rahmat, tepatnya perempatan Rajabali, yang melibatkan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan kelompok masyarakat diharapkan tidak membuat warga terpancing.

Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menjelaskan, isu yang diusung dalam aksi AMP tersebut sangat rawan, yaitu ingin memisahkan diri dari Indonesia. Selain itu, cara yang digunakan sangat tidak elok dan mengganggu ketertiban. "Kami dari TNI akan terus membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban," tandas nya.

Lebih jauh dandim menegaskan agar aksi serupa tak menodai keamanan yang telah tercipta. Terlebih, dalam waktu dekat, akan terjadi momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Beberapa hari lagi kita memperingati hari kemerdekaan dan jangan sampai menodai," ucapnya.

Sementara itu, bentrokan yang terjadi dan melibatkan puluhan warga tersebut saat ini sudah berhasil dibubarkan. Sebelumnya, aksi saling lempar tersebut juga telah mengganggu jalannya arus lalu lintas. Masyarakat sekitar kawasan Jl Basuki Rahmat serta para pengendara merasa kesusahan saat harus melalui kawasan tersebut. Beberapa video amatir tentang aksi tersebut juga sudah ramai beredar di media sosial


End of content

No more pages to load