AH saat didatangi petugas dirumahnya untuk dijemput dan dipindah ke asrama rusunawa tempat Karantina / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
AH saat didatangi petugas dirumahnya untuk dijemput dan dipindah ke asrama rusunawa tempat Karantina / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Setelah dilakukan evakuasi ke rusunawa IAIN Tulungagung, Sabtu (05/05) kemarin AH (31) pasien positif Covid-19 memberikan sejumlah penjelasan. 

Penjelasan atau klarifikasi itu disampaikan melalui akun Facebook miliknya. Kemudian saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Agung menyampaikan beberapa hal mengenai karantina yang kini dijalaninya.

"Saya diberitakan menolak dievakuasi, itu tidak tepat. Siapa yang tidak bingung tiba-tiba ada ambulans dan mobil polisi datang ke rumah dan kemudian mengajak saya ke rusunawa ini," tuturnya. 

"Saya sempat bertanya karena saya punya beban keluarga yang tidak bisa saya tinggalkan. Kemudian setelah terjadi pembicaraan cukup lama, akhirnya saya menyetujui untuk dikarantina. Semua demi keselamatan bersama, saya siap membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini," kata AH (initial).

Meski dirinya meyakini telah sembuh, test kedua yang dibawa ke Jakarta sejak Selasa (31/04) lalu hingga kini belum keluar. Atas hal itulah AH tidak keberatan untuk menambah masa karantina meski tidak lagi di tempat tinggalnya.

"Sampai kapan, tentunya saya harus menunggu sampai tes itu keluar dan dinyatakan sudah terbebas dari virus," jelasnya.

Dirinya memastikan jika secara klinis telah sembuh dan beberapa kali disampaikan oleh pihak RSUD Dr Iskak Tulungagung, tempat dirinya dirawat.

"Dikatakan oleh pihak rumah sakit dan saya masih ingat bahwa saya sudah ada perubahan yang signifikan, membaik dan test yang di sini dan di Surabaya menyatakan negatif. Jadi saya bisa pulang, sambil nunggu hasil dari Jakarta isolasi di rumah," ungkapnya.

Usai menghabiskan masa karantina di rumah sakit, sementara kondisinya sudah sehat, menurut AH dirinya diminta menjalankan isolasi di rumah.

"Mengingat tempatnya (di RSUD) juga terbatas, ada pasien yang masuk dua lagi dan butuh tempat (saat itu)," jelasnya.

AH merasa perlu melakukan klarifikasi karena terbentuk persepsi di media dan tersebar di media sosial bahwa dirinya sempat menolak di evakuasi.

Link terkait :

https://www.tulungagungtimes.com/baca/212133/20200404/172300/sempat-menolak-pasien-positif-covid-19-dievakuasi-ke-rusunawa-iain-tulungagung-untuk-jalani-karantina

AH juga menceritakan dalam karantina di rusunawa, dirinya tidak sendiri. Orang tua dan kakak perempuannya yang secara rapid test dinyatakan positif juga ditempatkan di lokasi yang sama. Namun meski sama-sama di rusunawa, jarak kamar yang ditempati berjauhan.

Dirinya berharap dengan klarifikasi ini dapat menjernihkan pemahaman masyarakat terkait dirinya dan virus Covid-19.